Ayu Rachmaningtyas
| 24 September 2026, 23:01 WIB

Pengamat pendidikan, Darmaningtyas, mempertanyakan konsistensi pemerintah dalam menentukan prioritas anggaran pendidikan. - Foto: Koordinatoriat Wartawan Parlemen
AKURAT.CO Pendidikan tinggi gratis membutuhkan anggaran sekitar Rp110 triliun jika pemerintah ingin menanggung biaya bagi sekitar 10 juta mahasiswa.
Pengamat pendidikan, Darmaningtyas, membandingkannya dengan alokasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mencapai Rp235 triliun.
Ia pun mempertanyakan bagaimana pemerintah menentukan prioritas penggunaan anggaran pendidikan.
Apabila sebagian anggaran yang kini digunakan untuk MBG dapat dialihkan ke sektor pendidikan, maka pemerintah memiliki ruang lebih besar untuk memperluas pembiayaan pendidikan hingga perguruan tinggi.
"Kalau pemerintah mau menggratiskan pendidikan di perguruan tinggi, itu memerlukan anggaran Rp110 triliun. Bayangkan, sekarang anggaran pendidikan yang dipakai untuk MBG itu Rp235 triliun," katanya, dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema "Pendidikan Gratis sebagai Upaya Peningkatan Akses dan Kualitas Pendidikan Nasional" di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Baca Juga: Arahan Prabowo: Sekolah Negeri dan Kuliah di PTN Bakal Bebas Biaya
Menurut Darmaningtyas, secara hitungan sederhana, pengalihan Rp110 triliun dari anggaran yang disebut digunakan Program MBG akan memberi ruang untuk membiayai pendidikan tinggi.
Namun, keputusan tersebut sepenuhnya bergantung pada kebijakan pemerintah mengenai prioritas penggunaan anggaran.
"Kalau dana MBG itu dipotong Rp110 triliun, dialihkan untuk menggratiskan pendidikan tinggi bisa. Pertanyaannya, bisa atau tidak bisa. Itu masalahnya tergantung mau atau tidak mau," katanya.
Darmaningtyas tidak hanya mempersoalkan biaya kuliah di perguruan tinggi negeri. Sebab, pemerintah juga menanggung kebutuhan besar untuk meningkatkan kesejahteraan guru dan dosen, serta memperbaiki bangunan sekolah yang rusak.
Persoalan tersebut perlu dilihat dari cara pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan secara keseluruhan.