Elephants

Kudus menyiapkan anggaran mendukung program perluasan Trans Jateng

July 14, 2026

Kudus menyiapkan anggaran mendukung program perluasan Trans Jateng

Selasa, 14 Juli 2026 19:48 WIB

Image Print

Bupati Kudus Sam'ani Intakoris saat bersama jajaran mengecek kelaikan armada bus di halaman Dishub Kudus. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.

Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Jawa Tengah (Jateng), mulai menyiapkan anggaran untuk mendukung perluasan layanan program Bus Trans Jateng dari Kota Semarang menuju Kabupaten Kudus dan wilayah sekitarnya dengan menyiapkan terminal dan halte.

"Usulan anggaran sudah masuk ke dalam Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) untuk diusulkan pada APBD 2027. Karena saat ini mengalami efisiensi, tentunya penganggarannya juga tidak besar, terkecuali dari pusat kembali memberikan tambahan dana transfer ke daerah," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Kudus Sulistiyowati di Kudus, Selasa.

Skala prioritas untuk mempersiapkan terminal untuk armada bus Trans Jateng yang akan beroperasi di Jepara, Kudus, dan Pati atau Trans Jekuti, menurut dia, yang dipilih adalah Terminal Getas Pejaten yang lokasinya di tengah-tengah Kota Kudus.

Bahkan, ia mengatakan Terminal Getas Pejaten tersebut dalam skenario awal Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng diproyeksikan menjadi hub atau simpul utama Trans Jekuti tersebut karena berada di posisi strategis di tengah koridor.

Hasil identifikasi bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jateng menunjukkan terminal tersebut paling siap dan berada di pusat kota dan telah menjadi titik temu berbagai trayek angkutan dari Grobogan, Pati, maupun Jepara, ujar dia.

Selain itu, menurut dia, Mijen juga dipertimbangkan menjadi bagian dari layanan bus Trans Jateng tersebut karena menjadi jalur perlintasan Kudus-Jepara. Namun, untuk penganggarannya pada tahun 2027 memang baru diusulkan untuk pembangunan Terminal Getas Pejaten saja.

Melalui penganggaran tahun 2027, kata dia, nantinya Terminal Getas Pejaten akan dilakukan renovasi guna memenuhi standar operasional layanan Bus Trans Jekuti dengan pendampingan dari Dinas Perhubungan Provinsi Jateng.

"Harapannya, ketika tahun 2027 kami sudah menyiapkan sarana pendukungnya, seperti terminal dan halte, maka target Pemprov Jateng mulai mengoperasikan Bus Trans Jateng rute Semarang-Kudus-Jepara-Pati pada tahun 2028 kami sudah siap," ujar dia.

Jika membutuhkan tambahan halte, kata Sulis, pemerintah kabupaten juga akan menggandeng perusahaan swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (Coorporate Social Responsibility/CSR) perusahaan swasta.

Rencananya jumlah armada yang disiapkan oleh Pemprov Jateng mencapai 14 unit, untuk melayani rute Semarang-Kudus-Jepara-Pati.

Keseriusan Pemprov Jateng untuk memperluas layanan Bus Trans Jateng tersebut, setelah sebelumnya Kepala Dinas Perhubungan Jateng melakukan audiensi dengan Bupati Kudus dan menyampaikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2028.

Selanjutnya, kata dia, akan dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara Gubernur Jawa Tengah dengan Bupati Kudus, Bupati Jepara, dan Bupati Pati. Setelah komitmen itu, nantinya masing-masing daerah mulai menyiapkan infrastruktur sesuai kewenangannya.

Meyambut hal itu, lanjutnya, Pemkab Kudus juga mulai memetakan potensi penumpang dengan melibatkan lima kecamatan yang diperkirakan akan dilintasi koridor Trans Jekuti. Kajian tersebut mencakup jumlah pelajar, pekerja industri, pedagang, hingga masyarakat umum yang berpotensi menjadi pengguna transportasi massal.

"Karakteristik Kudus berbeda dengan daerah lain karena memiliki ribuan pekerja industri rokok yang memulai aktivitas lebih pagi. Kondisi itu menjadi salah satu pertimbangan dalam penyusunan jam operasional bus," ujar dia.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, Trans Jekuti diharapkan menjadi solusi transportasi publik di kawasan aglomerasi Jepara, Kudus, dan Pati yang selama ini masih bergantung pada kendaraan pribadi maupun angkutan konvensional.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyiapkan skema tarif bersubsidi sebagaimana layanan Trans Jateng yang telah beroperasi di sejumlah daerah. Untuk pelajar, tarif diproyeksikan hanya sekitar Rp1.000 per perjalanan, sehingga diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi umum sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur Pantura Timur.

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.