Elephants

KSP pastikan kesiapan operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi Bandung

August 5, 2026

Jakarta (ANTARA) - Kantor Staf Presiden (KSP) melakukan verifikasi lapangan guna memastikan kesiapan operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 4 Kabupaten Bandung sekaligus membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Gelombang 2 Tahun Ajaran 2026/2027 di Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu.

Peninjauan itu menandai dimulainya babak baru bagi 560 siswa, baik peserta didik baru maupun siswa lama dari Sekolah Rakyat Rintisan, yang kini siap melangkah mantap memasuki lingkungan sekolah baru.

"Hari ini adalah awal dari perjalanan kalian untuk belajar, menemukan potensi, dan membangun masa depan. Kalian memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan terbaik," kata Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman melalui keterangan diterima di Jakarta, Rabu.

Dudung mengatakan dari total 560 siswa yang terdaftar, jenjang Sekolah Dasar (SD) menampung sebanyak 56 murid, jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) diisi oleh 229 siswa, dan jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) menyambut kedatangan 275 siswa.

Menurutnya, kehadiran para pelajar dari berbagai tingkatan usia ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan pendidikan terpadu berkualitas di bawah satu pengelolaan kawasan.

"Pemerintah memastikan kemiskinan tidak boleh menjadi penghalang bagi seorang anak untuk bersekolah dan meraih cita-cita. Di situlah Sekolah Rakyat hadir sebagai wujud kehadiran negara dalam pendidikan sekaligus mengurangi pemerataan kemiskinan," ujarnya.

Ia menyampaikan sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari prioritas pemerintah untuk memperluas akses pendidikan yang berkualitas, berkeadilan, aman serta siap dimanfaatkan masyarakat demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Tidak hanya menyajikan kegiatan akademis, MPLS di lokasi tersebut juga dirangkaikan dengan program pembinaan karakter unggulan Taruna Bakti yang mengandalkan pendampingan langsung dari para Taruna Akademi Militer dan Akademi Kepolisian.

Pendekatan itu bertujuan membentuk kedisiplinan, kemandirian, dan mental yang kokoh.

Untuk memotivasi para siswa, Dudung turut membagikan kisah hidupnya yang tumbuh dalam keterbatasan ekonomi hingga berhasil mencapai puncak karier militer.

"Saya pernah jadi tukang koran naik sepeda yang remnya dari bekas sandal sampai tumpul, jualan klepon, donat, sampai jualan es di depan sekolah. Namun dengan keprihatinan itu saya berjuang, masuk taruna hingga menjadi jenderal. Jadi jangan ragu-ragu, kita tidak pernah tahu nasib seseorang," ucapnya.

Ia menilai lingkungan pembinaan di Sekolah Rakyat sangat positif bagi tumbuh kembang anak, karena tidak hanya memperhatikan aspek intelektual tetapi juga pemenuhan gizi dan pembentukan karakter.

Baca juga: Mensos minta kepsek SR tuntaskan MPLS dengan baik

Baca juga: Dudung: Penentuan lokasi Sekolah Rakyat berdasarkan tingkat kemiskinan

Baca juga: Kemensos percepat pemenuhan guru dan tenaga pendidik Sekolah Rakyat

Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.