Kita sepakat tidak ada satu pun institusi yang dapat menangani seluruh proses penegakan hukum di ruang udara secara mandiri
Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono meminta seluruh instansi terkait terlibat dalam pengawasan wilayah udara Indonesia untuk memastikan penegakan hukum berjalan optimal.
"Kita sepakat tidak ada satu pun institusi yang dapat menangani seluruh proses penegakan hukum di ruang udara secara mandiri," kata Tonny saat menjadi pembicara utama Seminar Nasional Hukum Udara yang disiarkan melalui kanal YouTube Airmentv di Jakarta, Kamis.
Menurut Tonny, pengawasan wilayah udara mencakup berbagai tahapan yang saling berkaitan, mulai dari pendeteksian, identifikasi, intersepsi atau pencegatan, pengamanan, penyelidikan, penyidikan, hingga proses peradilan.
Baca juga: TNI AU, sang penjaga udara yang sukses bangun ladang tebu nasional
Ia mengatakan seluruh rangkaian tersebut merupakan satu mata rantai yang tidak dapat ditangani TNI AU secara mandiri. Penegak hukum dan instansi terkait juga perlu terlibat sesuai kewenangan masing-masing.
Karena itu, Tonny mendorong setiap instansi memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam pelaksanaan pengawasan wilayah udara Indonesia.
"Pada tataran operasional diperlukan koordinasi dan interoperabilitas yang solid. Sementara pada ranah pidana, keterpaduan tersebut harus dapat terwujud sesuai dengan kewenangan masing-masing," ujarnya.
Baca juga: KSAU minta penerbang TNI AU di Pitch Black perkuat kemampuan tempur
Tonny mengatakan kerja sama antarlembaga diperlukan untuk mencegah terjadinya tumpang tindih kewenangan dalam pelaksanaan tugas di lapangan yang dapat menghambat efektivitas pengawasan ruang udara.
Ia berharap seminar tersebut dapat menyamakan persepsi TNI AU dan instansi terkait mengenai pengawasan wilayah udara untuk memperkuat penegakan hukum sekaligus menjaga kedaulatan Indonesia.
Seminar tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat, antara lain Wakil Menteri Hukum Edward Omar Sharif Hiariej atau Eddy Hiariej.
Baca juga: KSAU berbagi kisah kala berhasil cegat pesawat asing pakai Sukhoi
Pewarta: Walda Marison
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.