ILUSTRASI. Bank Indonesia mencatat kredit properti mencapai Rp 1.718,6 triliun, tumbuh 18,4% secara tahunan (KONTAN/Baihaki)
Reporter: Harris Hadinata | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyaluran kredit properti perbankan menunjukkan akselerasi pada Juli 2026. Bank Indonesia mencatat kredit properti mencapai Rp 1.718,6 triliun, tumbuh 18,4% secara tahunan, meningkat dibandingkan pertumbuhan Juni sebesar 17,6%.
Menilik data uang beredar periode Juli 2026 yang dipublikasikan Jumat (21/8/2026), pertumbuhan kredit properti terutama ditopang oleh kredit konstruksi. Penyaluran kredit konstruksi mencapai Rp 583,6 triliun pada Juli, tumbuh 49,7% secara tahunan. Pertumbuhan tersebut meningkat dibandingkan 47,1% pada Juni.
Kredit real estat juga menunjukkan akselerasi. Posisi kredit real estat pada Juli mencapai Rp 279,2 triliun, tumbuh 16% secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Juni sebesar 14%.
Sementara itu, kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit pemilikan apartemen (KPA) mencapai Rp 855,9 triliun pada Juli. Namun, pertumbuhannya sedikit melambat menjadi 4,3% secara tahunan dari 4,4% pada Juni.
Baca Juga: Data Bank Indonesia: DPK Juli 2026 Tumbuh 7,7%, Simpanan Valas Masih Melaju
Dengan demikian, kenaikan kredit properti pada Juli lebih banyak ditopang oleh pembiayaan sektor konstruksi dan real estat, sementara kredit untuk kepemilikan hunian tumbuh relatif terbatas.
Data BI menunjukkan nilai kredit properti secara keseluruhan meningkat Rp 5,4 triliun secara bulanan, dari Rp 1.713,2 triliun pada Juni menjadi Rp 1.718,6 triliun pada Juli.
Akselerasi kredit properti juga sejalan dengan penguatan kredit investasi. BI mencatat kredit investasi pada Juli tumbuh 23,1% secara tahunan, terutama didorong oleh penyaluran kredit pada sektor konstruksi dan jasa-jasa.
Sekadar informasi, Bank Indonesia memberi catatan angka realisasi di Juli 2026 masih merupakan angka sementara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Tag