Tulungagung, Jawa Timur (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, memperluas program pendidikan pemilih bagi kalangan pelajar sebagai upaya menyiapkan generasi muda yang memahami demokrasi dan penggunaan hak pilih secara bertanggung jawab.
Ketua KPU Tulungagung Moh Lutfi Burhani, Sabtu, mengatakan, pendidikan pemilih pemula menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran politik dan demokrasi sejak usia sekolah.
Program dengan sasaran siswa sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan itu dikemas melalui sosialisasi kepemiluan, pendidikan demokrasi, hingga praktik penyelenggaraan pemilihan ketua dan wakil ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) yang dirancang menyerupai tahapan pemilu.
“Pendidikan pemilih pemula ini kami lakukan untuk mengenalkan demokrasi dan proses pemilu kepada siswa sejak dini agar mereka memahami pentingnya hak pilih dan partisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.
Disebutkan, hingga pertengahan September 2026, program tersebut telah dilaksanakan di lima sekolah menengah di Tulungagung, dengan kegiatan terakhir digelar di SMAN 1 Pakel.
Lutfi mengatakan, pendidikan pemilih tidak hanya mengenalkan konsep demokrasi atau mekanisme pemilu secara teoritis, tetapi juga memberi pengalaman langsung kepada siswa melalui simulasi penyelenggaraan pemilihan.
Melalui pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS, siswa diperkenalkan pada berbagai tahapan yang biasa dilakukan dalam pemilu, mulai pendataan pemilih, penyusunan daftar pemilih, penyiapan perangkat pemungutan suara, fasilitasi kampanye pasangan calon, pemungutan dan penghitungan suara, hingga penetapan calon terpilih.
Model tersebut membuat siswa tidak hanya memahami peran sebagai pemilih, tetapi juga mengenal tugas penyelenggara pemilu serta pentingnya menjaga proses pemilihan agar berlangsung transparan, jujur, dan akuntabel.
“Di sini kami menekankan pentingnya hak pilih, pelaksanaan pemilu yang transparan, serta fungsi pengawasan agar proses pemilihan akuntabel dan menghasilkan pemimpin yang memiliki legitimasi kuat karena mendapat suara mayoritas,” ujarnya.
Ia menjelaskan lingkungan sekolah menjadi ruang belajar yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi karena siswa dapat mempraktikkan langsung proses pengambilan keputusan secara partisipatif melalui pemilihan OSIS.
Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal ketika para siswa memasuki usia pemilih dan terlibat dalam pemilu maupun pemilihan kepala daerah.
KPU Tulungagung menilai pendidikan pemilih sejak usia sekolah penting untuk meningkatkan kualitas partisipasi pemilih pemula sekaligus membangun budaya demokrasi yang sehat.
Melalui pendekatan tersebut, demokrasi diperkenalkan bukan sekadar sebagai kegiatan memilih saat pemilu, tetapi sebagai proses yang menuntut tanggung jawab, partisipasi, dan penghormatan terhadap aturan dalam setiap pengambilan keputusan bersama.
Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Uploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.