KPU Kota Semarang terus perkuat edukasi pemilih
Jumat, 31 Juli 2026 09:22 WIB
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang Ahmad Zaini. ANTARA/Zuhdiar Laeis
Semarang (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, Jawa Tengah terus memperkuat pendidikan pemilih sebagai upaya meningkatkan literasi demokrasi, memperluas akses informasi tentang pemilu, serta mendorong partisipasi masyarakat.
Ketua KPU Kota Semarang Ahmad Zaini di Semarang, Kamis, mengatakan bahwa masa non-elektoral menjadi periode penting untuk melaksanakan berbagai program yang mendukung penyelenggaraan pemilu.
Menurut dia, penguatan pendidikan pemilih menjadi bagian dari upaya membangun budaya demokrasi yang berkelanjutan, salah satunya lewat program Podcast Lumpia (Lapak Diskusi Pemilu dan Pemilihan).
Program tersebut saat ini masuk pada seri "live podcast" yang disiarkan setiap Senin, pukul 10.00 WIB melalui kanal YouTube KPU Kota Semarang.
"Program ini menghadirkan seluruh 18 partai politik di Kota Semarang secara bergantian sebagai narasumber untuk memberikan ruang dialog yang terbuka, memperkenalkan partai politik kepada masyarakat, serta meningkatkan literasi politik publik," katanya.
Pihaknya juga menyelenggarakan Pendidikan Pemilih pada Kelurahan dengan Tingkat Partisipasi Rendah Pasca-Pilkada Tahun 2024 di Kota Semarang.
"Kegiatan ini dilaksanakan secara tatap muka dengan menyasar kelompok rentan, yaitu pemilih pemula, perempuan, dan lansia," katanya.
Pelaksanaannya dilakukan di satu kelurahan pada setiap kecamatan yang memiliki tingkat partisipasi pemilih terendah berdasarkan hasil Pilkada Serentak Tahun 2024
Melalui program tersebut, KPU Kota Semarang tidak hanya memberikan pemahaman mengenai pentingnya menggunakan hak pilih.
Akan tetapi, juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan literasi kepemiluan, bijak dalam menggunakan media sosial, menangkal penyebaran hoaks dan disinformasi.
"Serta, membangun kesadaran bahwa partisipasi aktif masyarakat merupakan salah satu pilar penting dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas," katanya.
Selain itu, KPU juga fokus pada program Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDIPB) dengan melakukan pemeliharaan dan pembaruan data pemilih secara berkala.
Tujuannya, agar data pemilih senantiasa akurat, mutakhir, komprehensif, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar penyusunan daftar pemilah pada Pemilu maupun Pemilihan berikutnya.
"PDPB merupakan upaya berkelanjutan untuk menjamin terpenuhinya hak konstitusional warga negara yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih," katanya.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.