Barabai, HST (ANTARA) - Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Barabai mendorong pengelolaan dana Makan Bergizi Gratis (MBG) yang lebih akuntabel melalui penerapan aplikasi AKSIS bagi pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan.
Kepala KPPN Barabai Djoko Julianto mengatakan penggunaan AKSIS dapat memperkuat akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana MBG melalui pencatatan serta pelaporan keuangan SPPG berbasis sistem yang terintegrasi dengan aplikasi Badan Gizi Nasional (BGN).
“Dengan adanya aplikasi AKSIS, diharapkan dapat memperkuat akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana MBG, khususnya di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah,” kata Djoko dalam sosialisasi dan praktik aplikasi AKSIS di Aula Lantai II KPPN Barabai, HST, Senin.
KPPN Barabai memberikan sosialisasi dan praktik AKSIS kepada Kepala SPPG, akuntan, dan ahli gizi SPPG sebagai upaya memperkenalkan mekanisme pencatatan dan pelaporan keuangan yang sebelumnya banyak dilakukan secara manual atau menggunakan Excel.
Baca juga: KPPN Barabai: Rekonsiliasi semester I satuan kerja capai 100 persen
Aplikasi AKSIS dikembangkan Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan bersama BGN dan resmi diluncurkan pada 1 September 2026 dengan menyediakan modul admin, transaksi, laporan, dan referensi untuk mendukung pengelolaan serta pelaporan keuangan SPPG.
Djoko menjelaskan penerapan AKSIS juga terintegrasi dengan sistem aplikasi milik BGN sehingga data keuangan dan operasional dapur dapat saling terkoneksi, termasuk data profil SPPG, relawan, dan kelompok penerima dalam pelaksanaan layanan pemenuhan gizi.
Baca juga: KPPN Tanjung : Realisasi penyaluran TKD capai Rp1,9 triliun
Dalam sosialisasi tersebut, peserta diperkenalkan dengan pembagian peran pengguna aplikasi. Kepala SPPG bertindak sebagai otorisator yang menyetujui input harian dan mendeklarasikan permintaan top-up kebutuhan dana kepada BGN, sedangkan akuntan mencatat saldo awal, transaksi pengeluaran, persediaan yang telah terpakai, dan menyusun laporan harian.
Sementara itu, ahli gizi mencatat porsi harian yang telah disalurkan kepada penerima manfaat sehingga pencatatan kegiatan SPPG dapat dilakukan sesuai tugas masing-masing pengguna dan terhubung dalam sistem pengelolaan serta pelaporan melalui AKSIS.
Setelah pemaparan materi, peserta mengikuti praktik langsung yang dipandu Pengolah Data dan Informasi Tingkat III KPPN Barabai Ahmad Reza Azizi dengan mempraktikkan tahapan pencatatan mulai dari setup saldo awal, kuitansi transaksi pengeluaran, persetujuan Kepala SPPG, penyusunan laporan harian, hingga pengajuan deklarasi permintaan top-up dana.
Selain itu, praktik juga mencakup pengelolaan persediaan berupa input saldo awal, mutasi masuk, mutasi keluar, dan stock opname agar peserta tidak hanya memahami alur penggunaan AKSIS secara teori, tetapi juga terbiasa mengoperasikannya dalam pencatatan kegiatan sehari-hari.
KPPN Barabai mengingatkan setiap perekaman pada tingkat SPPG harus melalui persetujuan Kepala SPPG sebelum diproses ke tahap berikutnya, sedangkan setiap pengguna wajib mendaftar pada sistem DIGIT Kemenkeu dan mengajukan akses sesuai peran serta jabatannya.
Djoko mengimbau para pengguna menjaga kerahasiaan kata sandi dan keamanan akun masing-masing untuk memastikan penggunaan AKSIS tetap sesuai kewenangan serta mendukung kelancaran pencatatan dan pelaporan dana MBG di tingkat SPPG.
KPPN Barabai akan memantau implementasi AKSIS di wilayah kerjanya, memberikan pendampingan teknis, dan mendukung kelancaran penggunaan aplikasi di lapangan untuk memastikan pencatatan dan pelaporan dana MBG yang bersumber dari APBN dapat dilakukan secara tertib dan akuntabel.
Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.