Bagikan:
JAKARTA — Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) berupaya mendorong peningkatan brain circulation atau perpindahan tenaga kerja terampil secara timbal balik melalui Program SMK Go Global. Program ini dirancang agar Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kembali dari negara penempatan dapat membawa dampak positif bagi pembangunan nasional.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin, menjelaskan bahwa brain circulation akan melahirkan talenta dengan kompetensi, mental, pengalaman, serta etos kerja berstandar global.
“Tidak sedikit purna pekerja migran yang selesai kontrak di luar negeri, kembali ke Tanah Air, lalu membangun usaha mikro atau berkarier lagi di Indonesia untuk menduduki posisi yang lebih baik,” ujar Mukhtarudin dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.
Target 500 Ribu Talenta Kerja ke Luar Negeri
Pemerintah menargetkan Program SMK Go Global dapat memfasilitasi 500 ribu talenta Indonesia untuk bekerja di luar negeri sepanjang periode 2026–2029. Skema ini mencakup 300 ribu lulusan SMK dan 200 ribu tenaga kerja dari kategori umum.
Untuk mencapai target tersebut, KP2MI telah menyusun tahapan keberangkatan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) sebagai berikut:
- 2026: 40 ribu CPMI
- 2027: 140 ribu CPMI
- 2028: 180 ribu CPMI
- 2029: 140 ribu CPMI
Kerangka Filosofi Asta Mandala: Panca Sukses dan Tri Dampak
Mukhtarudin menegaskan, keberlanjutan program ini dikawal melalui filosofi Asta Mandala SMK Go Global, yang terdiri dari Panca Sukses sebagai strategi implementasi dan Tri Dampak sebagai tujuan akhir.
Panca Sukses mencakup lima pilar utama:
- Sukses Kompetensi: Peningkatan kualitas SDM sesuai standar kebutuhan pasar kerja global.
- Sukses Pelindungan: Jaminan bekerja melalui jalur legal, aman, dan terlindungi.
- Sukses Penempatan: Penempatan kerja berbasis kebutuhan industri (demand-driven).
- Sukses Remitansi: Peningkatan kesejahteraan PMI dan keluarga sekaligus menyumbang devisa negara.
- Sukses Tata Kelola: Penyelenggaraan program yang profesional, transparan, akuntabel, dan terintegrasi.
BACA JUGA:
Sementara itu, Tri Dampak yang disasar mencakup:
- Dampak Sosial: Meningkatnya kesempatan kerja dan kesejahteraan masyarakat.
- Peningkatan Kualitas SDM: Terciptanya SDM Indonesia yang kompeten dan profesional.
- Dampak Ekonomi: Peningkatan remitansi untuk memperkuat ekonomi keluarga dan devisa negara.
“Asta Mandala SMK Go Global bukan sekadar kerangka penyelenggaraan program, melainkan komitmen pemerintah untuk menjadikan penempatan Pekerja Migran Indonesia sebagai strategi pembangunan SDM berdaya saing global. Inilah yang kami sebut sebagai brain circulation,” pungkas Mukhtarudin.
KP2MI optimistis program ini menjadi pendorong lahirnya talenta unggul sekaligus memperkuat daya saing bangsa menuju visi Indonesia Emas 2045.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+