Elephants

Kota Singkawang kembali terapkan pembelajaran tatap muka - ANTARA News Kalimantan Barat

September 16, 2026

Singkawang (ANTARA) - Pemerintah Kota Singkawang kembali menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) di seluruh jenjang pendidikan mulai Rabu setelah indeks standar pencemar udara (ISPU) turun ke angka 71 atau kategori sedang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang Asmadi mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Kesehatan dan KB, Kantor Kementerian Agama, PGRI, IGI, Dewan Pendidikan serta pengawas sekolah.

"Pembelajaran tatap muka di sekolah ini berdasarkan hasil pemeriksaan dari DLH Singkawang bahwa kondisi ISPU di Kota Singkawang pada hari ini sudah berada di angka 71, masuk kategori sedang," kata Asmadi di Singkawang, Rabu.

Ia menjelaskan, pelaksanaan PTM tersebut masih bersifat tentatif karena kondisi kualitas udara dapat berubah sewaktu-waktu. Pemerintah daerah akan mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara setiap hari.

Menurut dia, kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 20 Tahun 2026. Dalam kondisi ISPU kategori sedang, pembelajaran tatap muka dapat dilaksanakan secara penuh dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan peserta didik.

"Artinya apabila kualitas udara sewaktu-waktu berubah dikarenakan kabut asapnya kembali pekat, maka bisa saja pembelajaran tatap muka berubah ke sistem daring lagi," ujarnya.

Asmadi mengatakan sekolah juga diminta menerapkan langkah perlindungan bagi peserta didik selama PTM berlangsung. Aktivitas seperti olahraga dan kegiatan ekstrakurikuler yang biasanya dilakukan di luar ruangan diarahkan untuk dilaksanakan di dalam kelas.

Siswa juga diminta menggunakan masker serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat selama berada di lingkungan sekolah.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Singkawang Emy Hastuti mengatakan pihaknya akan terus melakukan pemantauan kualitas udara setiap hari untuk menjadi dasar evaluasi kebijakan pembelajaran.

"Sejak kami melakukan pemantauan ISPU pada tanggal 13 Agustus sampai sekarang, kondisi udara di Singkawang ISPU-nya fluktuasi. Kadang naik terus, dan turunnya baru hari ini sampai angka 71," katanya.

Ia mengatakan penurunan ISPU tersebut salah satunya diduga dipengaruhi hujan yang mengguyur secara merata di lima kecamatan di Kota Singkawang pada Senin (14/9) sore.

Namun, Emy mengingatkan kondisi udara belum dapat dikatakan sepenuhnya normal karena kabut asap masih berpotensi kembali terjadi, termasuk akibat asap kiriman dari wilayah kabupaten/kota di sekitar Singkawang.

"Masih belum bisa dikatakan normal, karena bisa saja nanti kabut asap kembali terjadi akibat kiriman dari kabupaten/kota di sekitar Singkawang," ujarnya.

Untuk itu, DLH Singkawang akan melanjutkan pengukuran kualitas udara secara berkala dan menyampaikan hasil pemantauan kepada dinas terkait sebagai bahan evaluasi pelaksanaan PTM.

"Untuk memastikan itu, kita akan lakukan pengukuran setiap hari sampai ISPU di Kota Singkawang betul-betul normal," katanya.

Pewarta: Narwati
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.