Jakarta -
Kandungan kafein pada kopi tak hanya bikin melek. Sejumlah penelitian mengungkap kaitannya dengan suasana hati, rasa cemas, hingga risiko depresi.
Secangkir kopi kerap jadi teman saat pagi atau ketika tubuh mulai terasa lelah. Tak hanya soal rasa dan aroma, minuman ini juga sering dikaitkan dengan suasana hati.
Kafein di dalam kopi dapat memengaruhi tubuh dan membuat kita lebih waspada. Namun, efeknya terhadap emosi dan kesehatan mental ternyata cukup kompleks.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah penelitian pun mencoba melihat hubungan antara konsumsi kopi, mood, hingga risiko depresi.
Dikutip dari Coffee & Health (2/4) berikut penjelasan ilmiahnya.
1. Kafein Bisa Memengaruhi Mood
Kafein Bisa Memengaruhi Mood Foto: Getty Images/Narong KHUEANKAEW
Kafein pada kopi sering dikaitkan dengan perubahan suasana hati. Namun, penelitian menunjukkan hasil yang masih beragam mengenai seberapa besar pengaruh kafein terhadap mood.
Meta-analisis pada 2021 menemukan bahwa efek kafein terhadap mood belum konsisten. Jika memang berpengaruh, perubahan yang paling terlihat kemungkinan hanya berlangsung singkat.
Efek tersebut salah satunya dapat berupa perubahan kecemasan. Artinya, respons terhadap kafein bisa berbeda pada setiap orang dan tidak selalu membuat suasana hati lebih baik.
2. Kopi Dikaitkan dengan Risiko Depresi Lebih Rendah
Sejumlah penelitian menemukan hubungan antara konsumsi kopi dan risiko depresi. Meta-analisis pada 2023 menunjukkan peningkatan konsumsi kopi 240 ml per hari dikaitkan dengan penurunan risiko depresi sebesar 4%.
Studi besar di Eropa pada 2018 juga menemukan hasil serupa. Orang yang minum setidaknya empat cangkir kopi sehari memiliki risiko depresi lebih rendah dibandingkan mereka yang minum kurang dari satu cangkir.
Namun, hubungan tersebut tidak berarti semakin banyak kopi diminum, semakin rendah pula risikonya. Peneliti tidak menemukan pola hubungan linear antara jumlah kopi dan kejadian depresi.
3. Efek Kopi terhadap Depresi Tidak Selalu Linear
Kopi hitam. Ilustrasi Foto: Getty Images/iStockphoto/stefanilouise
Penelitian lain juga menunjukkan kemungkinan efek perlindungan dari konsumsi kopi terhadap depresi. Meta-analisis 2016 melibatkan 346.913 orang dengan 8.146 kasus depresi.
Analisis tersebut menunjukkan bahwa hubungan konsumsi kopi dan risiko depresi membentuk pola seperti huruf J. Artinya risikonya menurun pada konsumsi tertentu, tetapi tidak terus berkurang seiring bertambahnya jumlah kopi
Temuan ini menunjukkan bahwa hubungan kopi dan kesehatan mental cukup kompleks. Jumlah konsumsi tertentu mungkin berkaitan dengan manfaat, tetapi bukan berarti konsumsi berlebihan memberikan efek yang sama.
4. Kafein Bisa Membuat Tubuh Lebih Waspada
Salah satu efek kafein yang paling konsisten adalah meningkatkan rasa waspada atau arousal. Namun, pengaruhnya terhadap emosi positif dan negatif masih belum sepenuhnya jelas.
Sebuah penelitian bahkan mengamati berbagai respons emosional yang dirasakan orang saat minum kopi. Ada yang menyukai rasa positif dengan energi rendah, sementara lainnya mencari fokus atau sensasi lebih berenergi.
Artinya, pengalaman minum kopi bisa berbeda pada setiap orang. Kafein dapat membuat seseorang lebih terjaga, tetapi efek emosional yang muncul belum tentu sama.
5. Kafein Bisa Memperkuat Rasa Cemas
Kafein Bisa Memperkuat Rasa Cemas Foto: Getty Images/iStockphoto
Pada orang yang tidak terbiasa mengonsumsi kafein, efek emosional terhadap situasi negatif bisa terasa lebih kuat. Penelitian menunjukkan kafein dapat meningkatkan respons terhadap kondisi yang memicu emosi negatif.
Studi lain menemukan konsumsi kafein setelah menonton tayangan negatif dapat meningkatkan rasa tegang, cemas, dan marah. Efek tersebut kemudian berubah ketika kopi dikonsumsi bersama theanine.
Theanine disebut dapat mengurangi peningkatan ketegangan dan kecemasan akibat kafein. Karena itu, respons tubuh terhadap kopi juga dapat dipengaruhi kondisi emosional dan kebiasaan konsumsi kafein.
Halaman 2 dari 2
Simak Video "Video: Saat Kopi Jadi Tren, Masih Adakah Masa Depan Teh Jawa Barat?"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/adr)