Elephants

Konsentrat Papua Mulai Masuk Manyar, Freeport Sebut Smelter Gresik Kembali Beroperasi Mulai September

August 9, 2026

AKURAT.CO PT Freeport Indonesia (PTFI) memastikan smelter tembaga di kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur, akan kembali memulai produksi pada September 2026.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan, saat ini konsentrat tembaga dari tambang PTFI di Papua sudah mulai dikirim ke fasilitas smelter Manyar.

Namun, produksi belum langsung dilakukan dengan kapasitas penuh karena perseroan masih menunggu volume konsentrat mencukupi untuk proses peleburan.

“Smelter nanti mulai bulan September sudah mulai akan produksi lagi. Sementara ini konsentrat sudah mulai masuk dari Papua, sudah mulai masuk ke Manyar,” kata Tony saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, dikutip Minggu (9/8/2026).

Tony menjelaskan, operasional smelter pada tahap awal akan dilakukan secara bertahap. Menurut Tony, peningkatan kapasitas produksi smelter tidak dapat dilakukan secara langsung hingga 100%.

PTFI menargetkan operasional smelter dapat terus meningkat hingga mendekati kapasitas penuh pada akhir 2027. “Oh kan bertahap, nggak bisa langsung 100%. Menuju 100% di tahun 2027 akhir,” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, PT Freeport Indonesia (PTFI) menargetkan smelter tembaga di Gresik, Jawa Timur, kembali beroperasi pada September 2026.

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, mengatakan smelter Gresik sebenarnya telah memasuki tahap commissioning pada Juni 2024 dan mulai memproduksi katoda tembaga pada Agustus 2024.

Namun, operasional smelter sempat terganggu akibat kebakaran yang terjadi pada Oktober 2024 di fasilitas Gas Cleaning Plant (GCP).

"Namun demikian pada tahun 2024 di bulan Oktober terjadi kebakaran di area smelter yaitu di salah satu unit kecil yaitu Gas Cleaning Plant yang tapi itu walaupun unitnya kecil tapi itu sangat vital," kata Tony dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI, Selasa (14/7/2026).

Tony menjelaskan, meski skala kerusakan tidak besar, fasilitas tersebut merupakan komponen penting untuk memastikan emisi hasil peleburan tidak mencemari lingkungan.

Freeport kemudian menyelesaikan proses perbaikan sehingga smelter kembali beroperasi pada Mei 2025.

Namun, operasional kembali terganggu setelah terjadi longsor di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave pada 8 September 2025. Peristiwa tersebut menghambat pasokan konsentrat dari Papua menuju fasilitas pemurnian di Gresik.

Akibatnya, smelter hanya mampu mengolah sisa konsentrat yang tersedia di gudang sebelum akhirnya menghentikan operasi sepenuhnya sejak Desember 2025.

"Sehingga smelter tersebut hanya memproduksi atau memurnikan sisa-sisa konsentrat yang ada di gudang dan memang sejak bulan Desember itu berhenti total," ujarnya.