Elephants

Konektivitas Jadi Kebutuhan Dasar Gaya Hidup Digital Masa Kini

August 4, 2026

Bagikan:

JAKARTA - Perhatikan rutinitas harian Anda hari ini. Begitu bangun tidur, hal pertama yang dilakukan biasanya memeriksa notifikasi ponsel. Dalam perjalanan ke kantor, Anda mendengarkan podcast atau berita lewat ponsel.

Tiba di kantor, agenda dilanjutkan dengan rapat video call, lalu mengirim berkas kerja ke cloud. Menjelang malam, aktivitas beralih ke menonton serial streaming, media sosial, atau bermain gim daring bersama teman lewat voice chat.

Semua itu berlangsung hanya dalam hitungan jam dan bertumpu pada satu faktor yang kerap luput dari perhatian, yakni kualitas jaringan internet yang digenggam setiap hari.

Dulu, koneksi internet dipandang sebagai unsur penunjang semata. Kini menjadi fondasi utama dalam cara kita bekerja, belajar, berkarya, hingga beristirahat. Buffering saat video call dengan klien bisa menimbulkan kesan kurang profesional.

Lag saat bermain gim bisa merusak momen kebersamaan. Unggahan yang lambat bisa membuat kreator kehilangan momentum kreatifnya. Di titik inilah, kecepatan dan stabilitas jaringan sudah menjadi bagian dari kualitas hidup itu sendiri.

Menariknya, kebutuhan masyarakat terhadap internet cepat kini tidak lagi berhenti pada angka Mbps semata, melainkan mencakup dimensi pengalaman yang lebih luas. Mulai dari kemulusan video, stabilitas koneksi saat berpindah tempat, hingga kecepatan halaman web terbuka saat kita terburu-buru.

"Ultra 5G itu bukan cuma soal kecepatan. Video streaming jadi lebih cepat loading, main game tanpa delay, video call juga makin smooth. Di luar kecepatan, kami ingin ini jadi satu solusi pengalaman digital lifestyle untuk pelanggan," ujar Christ Marcel, Head Brand Marketing XL di Senayan, Jakarta Selatan, Senin, 3 Agustus 2026.

Pandangan ini relevan bagi siapa saja yang menjalani hari dengan berbagai aktivitas digital sekaligus. Pekerja kreatif butuh koneksi stabil untuk mengunggah video besar, orang tua yang bekerja dari rumah butuh video call lancar, dan anak muda pencinta gim butuh latensi rendah agar permainan tetap responsif.

BACA JUGA:


Pengalaman lancar yang dirasakan sehari-hari ternyata bukan kebetulan. Di baliknya ada kerja keras yang jarang terlihat, seperti pembangunan menara BTS, penataan spektrum frekuensi, hingga modernisasi jaringan inti.

"Semakin rendah frekuensinya, semakin baik coverage dan penetrasinya. Semua akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah, ada yang diperluas, ada yang diperkuat," jelas Shurish Subbramaniam, Director & Chief Technology Officer.

Gaya hidup digital bukan satu ukuran untuk semua orang. Ada yang butuh koneksi untuk bekerja, hiburan, atau keduanya sekaligus. Maka dari itu, tren layanan digital kini mengarah pada konsep "semua dalam satu paket".

"Monetisasi datang dari menghadirkan semua pengalaman baik itu ke dalam satu portofolio. Itu adalah portofolio yang menyatukan semua yang dibutuhkan segmen pelanggan kami dalam satu paket. Tidak perlu lagi banyak subscription, banyak OTT, atau koneksi internet alternatif." ujar Mohamed Moharram, Group Head Marketing Segment.

Pendekatan ini mencerminkan evolusi kebutuhan digital masyarakat, dari berlangganan banyak layanan terpisah menuju konsolidasi agar lebih praktis dan efisien.

Di era ketika hampir seluruh aspek kehidupan bersinggungan dengan dunia digital, kualitas jaringan bukan lagi sekadar spesifikasi teknis di brosur, melainkan bagian dari kualitas hidup sehari-hari.

XL Ultra 5G+ hadir dengan kecepatan hingga 500 Mbps, latensi rendah, cakupan 5G yang terus diperluas, teknologi Network Slicing, serta fitur Auto 5G.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+