Harapannya kerja sama itu bisa segera difinalisasi
Surabaya (ANTARA) - Komunitas Seni Rupa Bang Wetan Surabaya mendorong penguatan kerja sama dengan Xiamen Federation of Literary and Art Circles (FLAC), Tiongkok, melalui pameran bersama, residensi seniman, dan pertukaran budaya untuk memperkuat hubungan sister city Surabaya-Xiamen.
Ketua Komunitas Seni Rupa Bang Wetan Heri Purwanto mengatakan kerja sama tersebut mulai dirintis melalui draf nota kesepahaman (MoU) yang diharapkan segera difinalisasi setelah kunjungan delegasi FLAC ke Surabaya beberapa waktu lalu.
"Kami sangat percaya diri kalau menandatangani MoU. Harapannya kerja sama itu bisa segera difinalisasi sehingga ada pameran bersama, residensi seniman, hingga saling mengundang dalam berbagai kegiatan seni," kata Heri di Surabaya, Kamis.
Menurut dia, hubungan Bang Wetan dengan FLAC telah terjalin sejak 2019 melalui pelukis Andi Prayitno yang rutin diundang mengikuti Xiamen ASEAN Cultural Meeting, termasuk kembali mendapat undangan pada penyelenggaraan tahun ini.
Ia berharap kesempatan tersebut dapat diikuti lebih banyak pelukis Bang Wetan pada tahun-tahun mendatang sehingga partisipasi komunitas tidak hanya diwakili oleh Andi Prayitno.
Lebih lanjut, Heri menambahkan, jika Andi mendapat apresiasi dari komunitas seni di Xiamen setelah menghadiahkan lukisan Tan Kah Kee, tokoh yang dihormati masyarakat setempat dan memiliki keterkaitan sejarah dengan Indonesia.
"Andy melukis Tan Kah Kee, tokoh yang paling dihormati di Kota Xiamen dan memiliki sejarah penting dalam hubungan Tiongkok dan Indonesia," ucapnya.
Selain membahas rencana kerja sama, kata dia, delegasi FLAC juga mengunjungi Galeri Kita Surabaya dan mengapresiasi sejumlah karya seniman Bang Wetan, termasuk kaligrafi berbasis multimedia karya Muhammad Riyanto serta koleksi lukisan maestro Hendra Gunawan yang dinilai menjadi jembatan dialog budaya kedua negara.
Oleh karena itu, ia berharap Pemerintah Kota Surabaya mendukung penguatan kerja sama tersebut mengingat Surabaya dan Xiamen telah menjalin hubungan sister city.
Menurut dia, dukungan pemerintah diperlukan agar kolaborasi yang dirintis tidak hanya mencakup pameran dan residensi seniman, tetapi juga membuka peluang pertukaran pelajar, beasiswa, serta kerja sama perguruan tinggi di kedua kota.
Pewarta: Naufal Ammar Imaduddin
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.