Elephants

Komnas HAM Temui Wakapolri, Bahas Demo Ricuh 27 Agustus

August 31, 2026

Liputan6.com, Jakarta - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menemui sejumlah pejabat Polri untuk membahas kericuhan yang sempat terjadi saat demo 27 Agustus 2026 kemarin. Kedatangan Komnas HAM ke Mabes Polri dipimpin langsung Anis Hidayah selaku Ketua Komnas HAM. Mereka diterima oleh Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, didampingi Irwasum Polri Irjen Wahyu Widada beserta jajaran di Rupatama Mabes Polri, pada Senin (31/8/2026).

"Tadi kami dari Komnas HAM melakukan pertemuan dengan Wakapolri dan juga Irwasum dan jajaran," kata Anis setelah pertemuan.

"Kami melakukan koordinasi terkait dengan massa aksi pada tanggal 27 (Agustus) yang itu mengakibatkan korban meninggal dunia," tambahnya.

Satu korban meninggal dunia yang dimaksud adalah Bambang Setiyawan (58), pedagang kaca cermin di Jalan Pejompongan. Ia meninggal karena dikeroyok oleh sekelompok orang yang diduga perusuh.

Anis menyampaikan bahwa jajaran Mabes Polri turut memantau kasus kericuhan yang berujung korban tewas tersebut, yang kini ditangani Polda Metro Jaya.

"Tadi kami komunikasikan bahwa saat ini tengah dilakukan penyelidikan oleh Polda Metro Jaya di bawah asesmen Mabes Polri. Kami terus akan melakukan komunikasi dan koordinasi," ungkapnya.

Komnas HAM telah berkoodinasi dengan Polda Metro Jaya mengenai penanganan peristiwa yang menyebabkan seseorang meninggal dunia.

Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan, Saurlin P.Siagian menambahkan, pihaknya mendorong Polda Metro Jaya untuk terus melakukan penyelidikan terkait dengan kericuhan tersebut. Terutama dengan orang-orang yang terlibat kerusuhan.

"Yang memang tidak terkait kerusuhan, kita minta memang dibebaskan. Tetapi yang terkait kerusuhan, saya kira perlu ditindaklanjuti juga," kata Saurlin.

Polda Metro Jaya, kata Saurlin, saat ini sudah menetapkan tersangka dalam penyelidikannya. Komnas HAM akan terus memonitor perkembangan yang ada.

"Tapi begitupun kami akan tetap melakukan monitoring, pemantauan terhadap orang-orang yang saat ini ditetapkan sebagai tersangka. Kita akan identifikasi satu persatu nanti," jelas dia.