Surabaya (ANTARA) - Komisi A DPRD Kota Surabaya mengkaji peluang penambahan lima kursi DPRD pada pemilu mendatang menyusul jumlah penduduk kota tersebut yang disebut mencapai lebih dari tiga juta jiwa.
Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko di Surabaya, Rabu, mengatakan pihaknya akan memanggil Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) untuk memastikan validitas dan kestabilan data kependudukan sebagai salah satu dasar kajian.
“Agenda terdekat memang kami akan memanggil Dispendukcapil. Update jumlah penduduk saat ini adalah 3.008.000,” kata Yona.
Yona mengatakan data kependudukan masih perlu dikawal karena sebelumnya sempat terjadi penurunan tajam dalam pembaruan data pada Februari.
Menurut dia, kondisi tersebut berkaitan dengan proses pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang hingga kini belum sepenuhnya tuntas.
“Kalau tidak ada anomali, Insya Allah dalam kontestasi Pileg ada peluang. Tetapi terkait penambahan jumlah kursi bisa atau tidak, memang banyak komponen yang harus dipertimbangkan. Tidak semudah itu bergeser,” ujarnya.
Ia menjelaskan validitas data tidak hanya ditentukan oleh jumlah penduduk yang tercatat karena masih terdapat warga yang perlu ditemukan atau dikonfirmasi ulang akibat keberadaan mereka tidak lagi sesuai dengan data administrasi.
“Ketika dia melakukan rekonfirmasi, datang ke kelurahan lalu kemudian diblokir, berarti mengurangi updating penduduk,” katanya.
Komisi A berharap jumlah warga yang belum terkonfirmasi berada pada tingkat minimal sehingga basis data kependudukan yang digunakan dalam pembahasan alokasi kursi DPRD semakin mendekati kondisi riil.
“Potensinya tidak boleh lebih dari dua persen. Ini yang kami kawal, supaya angka tiga juta minimal itu kita pegang,” ujarnya.
Yona mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dispendukcapil Surabaya mengenai perkembangan data kependudukan.
Jika data telah terkunci, Komisi A akan menyiapkan forum bersama yang melibatkan Dispendukcapil, DPRD, KPU, dan Bawaslu untuk mengawal perkembangan data tersebut.
“Kalau sudah tiga juta, minggu depan saya hadirkan beliau di ruangan kami. Kami langsung persiapkan untuk bikin desk, supaya yang diinginkan semua partai politik di Surabaya dengan melakukan penambahan lima kursi itu ada peluang,” katanya.
Meski demikian, peluang penambahan lima kursi tersebut belum menjadi keputusan final karena dampaknya juga perlu dikaji dari sisi anggaran, ruang kerja, dan fasilitas DPRD.
“Ini kaitannya bukan sekadar kursi nambah lima, tetapi rentetan dari lima kursi ini juga harus kita kaji,” ujar Yona.
Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.