Elephants

Koleksi Unik Duolingo

September 23, 2026

Intip Koleksi Nyeleneh Duolingo, dari Salah Ucap Kata Jadi Fashion

Henny Alifah | Beautynesia

Rabu, 23 Sep 2026 19:00 WIB

Intip Koleksi Nyeleneh Duolingo, dari Salah Ucap Kata Jadi Fashion

Duolingo SS27 The Phonetic Collection di New York Fashion Week (NYFW). Koleksinya unik dan memberikan tutorial cara pengucapan nama-nama rumah mode mewah yang sering salah diucap./ Foto: instagram.com/duolingo

Duolingo membawa identitas pembelajaran bahasanya ke New York Fashion Week nih, Beauties. Pada musim SS27, mereka merilis The Phonetic Collection, sebuah koleksi terbatas berisi tujuh items yang dibuat bersama desainer New York, Megan O'Cain. Koleksi ini mentransformasi siluet mode yang familier serta ciri khas rumah mode ikonis dengan menampilkan ejaan fonetik nama merek desainer, proporsi yang dilebih-lebihkan, dan sentuhan humor khas Duolingo.

Koleksi Duolingo SS27 mengambil nama-nama seperti Hermès, Givenchy, Jacquemus, Moschino, Loewe, Comme des Garçons, dan Issey Miyake, kemudian mengejanya secara fonetik pada pakaian dan aksesori.

The Phonetic Collection

Duolingo SS27 The Phonetic Collection mengambil nama-nama seperti Hermès dan Givenchy, kemudian mengejanya secara fonetik pada pakaian dan aksesori./ Foto: instagram.com/duolingo

Item yang terdapat di The Phonetic Collection termasuk sebuah tas berwarna hijau limau bertuliskan “air-mess”, yang diambil dari nama Hermès. Sementara itu, sebuah jaket pullover  yang terinspirasi dari Givenchy memiliki tulisan “zhee-vahn-shee” di dadanya.

Ada pula sepatu platform "loh-eh-vey" yang terinspirasi dari Loewe, blus putih "kohm-deh gar-sohn" yang terinspirasi dari Comme des Garçons, jaket barrel "zhahk-moos" yang terinspirasi dari Jacquemus, rompi "moh-skee-noh" yang terinspirasi dari Moschino, serta topi "ees-say-mee-yah-keh" yang terinspirasi dari Issey Miyake.

Humor fashion ini dibangun berdasarkan perilaku konsumen yang sebenarnya. Penelitian yang dilakukan oleh Duolingo dan YouGov menemukan bahwa 62% warga Amerika yakin mereka dapat mengucapkan Hermès dengan benar, sementara hanya 15% yang berhasil mengucapkannya dengan tepat.

Kampanye ini dikembangkan oleh tim kreatif internal Duolingo bersama O'Cain, mantan kontestan Next in Fashion, yang menggunakan sulaman, teknik penuaan buatan, pencetakan 3D, dan cat timbul untuk mengubah ejaan fonetik menjadi detail desain.

Koleksi tersebut muncul di berbagai media sosial dan iklan outdoor di New York. Bagi Duolingo, hal yang cerdas bukanlah sekadar hadir di fashion week. Mereka menemukan masalah bahasa yang sudah ada dalam budaya mode, lalu menjadikan pelajaran itu sendiri sebagai produk.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

Pilihan Redaksi

(dmh/dmh)

Komentar

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.