Banjarbaru (ANTARA) - Kodim 1006/Banjar menyiapkan strategi jangka panjang menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan yang semakin berat akibat kemarau panjang dan menyusutnya sumber air.
Dandim 1006/Banjar Letkol Inf Bambang Prasetyo Prabujaya di Kota Banjarbaru, Ahad mengatakan keterbatasan air menjadi salah satu kendala serius yang dihadapi personel gabungan saat pemadaman karhutla di sejumlah wilayah Banjarbaru.
"Kodim 1006/Banjar berencana membangun sedikitnya dua sumur bor pada setiap kelurahan sebagai langkah antisipasi menghadapi krisis air sekaligus mendukung penanganan karhutla," ujar Bambang yang terjun memantau langsung ke lokasi.
Menurut Bambang, pihaknya melihat kondisi air sungai yang debutnya kecil bahkan ada juga sungai yang sudah kering sehingga menyulitkan langkah pemadaman pada lokasi kebakaran hutan dan lahan.
Bambang menyebut, kondisi itu turut dirasakan personel saat menangani karhutla di kawasan Guntung Damar, Kecamatan Landasan Ulin, serta Tegal Arum, Kelurahan Syamsudin Noor yang menjadi kawasan prioritas.
"Minimnya sumber air membuat sisa aliran sungai yang menyusut menjadi salah satu tumpuan mengoperasikan mesin pompa pemadam. Kondisi itu menjadi perhatian serius sehingga diperlukan langkah antisipasi agar ketersediaan air untuk pemadaman tetap terjaga saat karhutla," tuturnya.
Dijelaskan, rencana pembangunan sumur bor akan disinergikan dengan program TNI Angkatan Darat dan Kodim 1006/Banjar berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru menindaklanjuti rencana tersebut.
Selanjutnya, dilakukan pemetaan guna menentukan titik lokasi yang paling strategis dan membutuhkan pasokan air tanah, terutama kawasan rawan Karhutla dan wilayah masyarakat yang terdampak kekeringan.
"Pembangunan sumur bor itu tidak hanya ditujukan untuk kepentingan pemadaman karhutla tetapi airnya bisa membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, termasuk warga di sejumlah kawasan permukiman transmigrasi yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan air akibat kemarau berkepanjangan," ungkapnya.
Dikatakan, upaya itu diharapkan menjadi solusi jangka panjang menghadapi ancaman karhutla sekaligus dampak kekeringan yang semakin dirasakan masyarakat baik di Banjarbaru maupun Kabupaten Banjar.
Di sisi lain, personel TNI bersama unsur gabungan berjibaku melakukan pemadaman di sejumlah titik Karhutla ditengah kondisi lapangan semakin kering membuat ketersediaan sumber air menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana tersebut.
Pewarta: Yose Rizal
Editor : Firman
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.