Pemimpin bukan sekadar memberi perintah, tetapi mampu merangkul, menginspirasi, dan memotivasi anggotanya,
Paringin (ANTARA) - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, Harry Khairil Hadi mengajak pemuda menjadi pemimpin yang mampu merangkul, menginspirasi, dan memotivasi anggota, bukan sekadar memberikan perintah dalam menjalankan organisasi.
“Pemimpin itu memimpin organisasi dengan cara merangkul, dengan cara menginspirasi, dengan cara memotivasi,” ucap Harry ketika menyampaikan materi dalam KNPI Young Leaders Academy (YLA) 2026 di Aula Benteng Tundakan Kantor Bupati Balangan, Sabtu.
Ketua DPD KNPI Balangan mengatakan, perbedaan pemimpin dengan bos terlihat dari cara keduanya mengarahkan anggota.
“Pemimpin mengajak dan membantu anggota ketika menghadapi kesulitan, sedangkan kepemimpinan yang hanya mengandalkan perintah cenderung membuat anggota bekerja karena tekanan,” katanya.
Ia menilai pemimpin muda harus mampu menjadi teladan, baik melalui perkataan, perilaku maupun kedisiplinan. Sikap pemimpin akan menjadi contoh yang dapat diikuti oleh anggota dalam menjalankan organisasi.
Baca juga: KNPI diharapkan menjadi wadah perjuangan kaum muda
“Pemimpin yang baik harus menjadi teladan dan contoh yang baik untuk anggotanya,” ujar Ketua DPD KNPI Balangan.
Harry mengingatkan pemuda agar tidak terjebak terlalu lama dalam perencanaan tanpa dilanjutkan dengan tindakan.
Ia mengatakan perencanaan tetap diperlukan, tetapi organisasi harus mampu segera mengeksekusi kegiatan setelah persiapan dilakukan.
“Kalau kita kebanyakan teori, eksekusinya kada ada,” ucapnya.
Harry juga menyampaikan, pemimpin perlu memiliki sikap rendah hati dan mampu merangkul anggota dengan berbagai karakter. Namun, hubungan tersebut tetap harus disertai batasan agar hubungan antara pemimpin dan anggota berjalan secara sehat dalam organisasi.
Ketua DPD KNPI Balangan mengajak pemimpin untuk memberikan apresiasi kepada anggota yang menunjukkan kinerja baik.
“Apresiasi tidak selalu harus berbentuk penghargaan, tetapi juga dapat diberikan melalui perhatian atau ucapan atas kerja yang telah dilakukan,” tuturnya.
Sementara itu, pemimpin juga harus berani mengakui kesalahan ketika keputusan yang diambil menimbulkan persoalan dalam pelaksanaan kegiatan.
Dalam materi bertajuk "Pemuda, Organisasi dan Pembangunan", Ketua DPD KNPI Balangan menyampaikan bahwa pemuda saat ini merupakan calon pemimpin pada masa mendatang sehingga perlu mempersiapkan karakter dan kemampuan sejak dini.
“Pemuda hari ini adalah pemimpin-pemimpin nanti,” ujarnya.
Ia menyebut sejumlah karakter yang perlu dimiliki pemuda pemimpin, di antaranya dinamis dan energik, memiliki integritas dan kejujuran, berpikir kritis dan visioner, adaptif dan tangguh, serta memiliki empati dan kemampuan berkolaborasi.
Ketua DPD KNPI Balangan juga mengingatkan peserta untuk memanfaatkan organisasi sebagai ruang belajar kepemimpinan, komunikasi, pengelolaan konflik, kolaborasi dan empati.
“Pengalaman berorganisasi dapat menjadi salah satu bekal bagi pemuda sebelum memasuki lingkungan perguruan tinggi maupun kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan KNPI YLA 2026 mengusung tema "Empowering Student Leaders, Shaping Indonesia Emas 2045" dan berlangsung pada 26-27 September 2026.
Kegiatan tersebut diikuti peserta dari sejumlah sekolah dan organisasi kepemudaan di Kabupaten Balangan dengan rangkaian materi mengenai kepemimpinan pemuda, organisasi, pelayanan publik, serta persiapan menuju perguruan tinggi.
Materi lainnya mencakup public speaking, personal branding, komunikasi efektif, serta kepemimpinan publik dan kebijakan publik.
Pewarta: M. Fattahillah Ajrun Azhiima
Editor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.