Selasa, 29 September 2026 - 11:30 WIB
Bali, VIVA - Persaingan industri otomotif Indonesia semakin ramai dengan kehadiran berbagai merek baru, terutama dari China. Kondisi tersebut membuat produsen tidak cukup hanya mengandalkan produk untuk menarik konsumen.
Baca Juga
DFSK menjadi salah satu merek yang mulai menunjukkan arah bisnis jangka panjangnya di Indonesia. Hal itu terlihat dari pesan yang disampaikan perusahaan setelah menyelesaikan perjalanan DFSK E5 Plus dari Jakarta menuju Bali.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 21-24 September 2026 tersebut, E5 Plus memang menjadi kendaraan utama yang diperkenalkan kepada media dan KOL. Namun, di balik perjalanan tersebut, DFSK juga menyampaikan strategi perusahaan untuk mempertahankan keberadaannya di pasar Indonesia.
Baca Juga
Managing Director of Retail Sales and Service Business Overseas Business Unit DFSK, Li Zhe, mengatakan perusahaan tidak melihat Indonesia sebagai pasar untuk bisnis jangka pendek.
Menurutnya, investasi DFSK di Indonesia telah dilakukan sejak sebelum kendaraan pertama perusahaan dipasarkan. DFSK juga memiliki fasilitas produksi dengan sejumlah tahapan, mulai dari stamping, welding, painting hingga assembly.
Baca Juga
“Bagi kami, acara ini bukan sekadar memperkenalkan sebuah kendaraan. Yang lebih penting, kami berharap dapat menjalin hubungan yang lebih erat dengan rekan-rekan media dan KOL, mendengarkan sudut pandang Anda, serta menerima masukan secara langsung,” ujar Li Zhe dalam keterangannya, Selasa 29 September 2026.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana DFSK mencoba membangun pijakan lebih panjang di Indonesia. Perusahaan tidak hanya berbicara mengenai peluncuran produk, tetapi juga pengalaman konsumen setelah kendaraan berada di tangan pemiliknya.
Li Zhe menyebut DFSK ingin membangun apa yang disebut sebagai golden usage cycle. Konsep tersebut berkaitan dengan upaya memastikan konsumen mendapatkan pengalaman dan nilai dari kendaraan selama masa kepemilikan.
“Oleh karena itu, kami berfokus membangun golden usage cycle, memastikan pelanggan mendapat pengalaman dan nilai terbaik di setiap tahap kepemilikan kendaraan, jauh setelah kendaraan meninggalkan showroom,” katanya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut Li Zhe, pendekatan tersebut merupakan bagian dari konsep long-termism yang diterapkan DFSK.
“Ini bukan bisnis jangka pendek, melainkan pertumbuhan bersama dalam jangka panjang,” ujarnya.
Halaman Selanjutnya
Strategi tersebut menjadi relevan di tengah persaingan merek otomotif yang semakin ketat. Bagi produsen, menjual kendaraan merupakan satu tahap dari perjalanan bisnis. Setelah itu masih ada kebutuhan layanan purnajual, jaringan, ketersediaan suku cadang hingga menjaga kepercayaan konsumen.