Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:06 WIB
Jakarta, VIVA – Komjen Pol Suyudi Ario Seto akan memasuki babak baru dalam kariernya sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan di DPR RI, Suyudi mendapat persetujuan untuk menduduki posisi tersebut. Ketua DPR RI Puan Maharani menyebut Suyudi akan dilantik Presiden Prabowo Subianto setelah zuhur pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Baca Juga
Sebelum namanya ditetapkan sebagai calon Kapolri, Suyudi lebih dulu dikenal melalui kiprahnya sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI. Ia dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 25 Agustus 2025 menggantikan Marthinus Hukom.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selama memimpin lembaga yang bertugas dalam pencegahan dan pemberantasan narkotika tersebut, Suyudi terlibat dalam sejumlah agenda penindakan narkoba, termasuk pengungkapan jaringan lintas negara.
Baca Juga
Tangkap Buronan Interpol di Kamboja
Salah satu perkara yang menonjol dalam periode kepemimpinan Suyudi di BNN adalah penangkapan Dewi Astutik alias Mami, buronan internasional yang diamankan di Sihanoukville, Kamboja.
Baca Juga
Menurut BNN, Dewi merupakan aktor intelektual dalam jaringan penyelundupan sekitar dua ton sabu yang sebelumnya berhasil digagalkan pada Mei 2025. Operasi pengejaran dilakukan melalui kerja sama BNN dengan sejumlah pihak, termasuk Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan RI, BAIS TNI, serta Bea dan Cukai.
Penangkapan tersebut dilakukan setelah Suyudi menginstruksikan pembentukan tim khusus untuk mengejar buronan tersebut. Dewi kemudian diamankan ketika menuju lobi sebuah hotel di Sihanoukville.
BNN mencatat Dewi Astutik juga merupakan buronan Korea Selatan. Setelah ditangkap, ia dipindahkan ke Phnom Penh untuk menjalani proses verifikasi identitas dan penyerahan resmi antarotoritas.
Pengungkapan Dua Ton Sabu
Kasus Dewi Astutik berkaitan dengan pengungkapan penyelundupan narkotika dalam jumlah besar. BNN menyebut sekitar dua ton sabu dari jaringan Golden Triangle berhasil digagalkan pada Mei 2025.
Besarnya barang bukti tersebut membuat perkara ini menjadi salah satu pengungkapan narkotika yang mendapat perhatian besar. BNN memperkirakan barang bukti sabu yang disita berpotensi menyelamatkan sekitar delapan juta jiwa berdasarkan perhitungan standar penyalahgunaan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Perkuat Kerja Sama Pemberantasan Narkoba
Selain penindakan, Suyudi juga menjalankan agenda kerja sama dengan lembaga penegak hukum dari negara lain. Salah satunya dilakukan bersama Malaysia untuk menghadapi peredaran narkotika yang bersifat lintas negara.
Halaman Selanjutnya
Pada April 2026, Suyudi bertemu dengan pejabat Jabatan Siasatan Jenayah Narkotik Malaysia. Pertemuan tersebut membahas penguatan koordinasi, pertukaran informasi dan pengawasan untuk menghadapi jaringan narkotika transnasional.