Paser (ANTARA) - PT Kideco Jaya Agung memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi melalui Kideco Innovation Challenge (KIC) 2026 yang mempertemukan kebutuhan dunia industri dengan gagasan inovatif mahasiswa.
Presiden PT Kideco Jaya Agung M. Kurnia Ariawan mengatakan kolaborasi antara industri dan perguruan tinggi penting untuk mempertemukan persoalan nyata di lapangan dengan kemampuan akademik mahasiswa.
“Di Jerman itu sudah biasa bahwa industri kalau ada masalah itu datangnya ke kampus. Nah sekarang Kideco menginisiasi untuk itu,” ujar Kurnia.
KIC 2026 digelar bekerja sama dengan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) dengan mengusung tema “Inovasi Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) dalam Sustainable Mining and Energy.”
Program tersebut diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan dan dikemas dalam tiga kategori, yakni Essay, Hackathon, dan Prototype.
Berdasarkan informasi penyelenggara, sebanyak 83 tim mengikuti rangkaian KIC 2026. Setelah melalui tahapan seleksi, sebanyak 15 tim terpilih sebagai finalis.
Kurnia mengatakan melalui KIC, Kideco berupaya membawa persoalan dan kebutuhan yang dihadapi dunia industri ke lingkungan perguruan tinggi untuk dikembangkan menjadi gagasan dan solusi inovatif.
Menurut dia, pola tersebut dapat membangun hubungan yang lebih erat antara industri dan perguruan tinggi. Kampus tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses pendidikan, tetapi juga dapat menjadi mitra strategis dalam memberikan pemikiran terhadap berbagai persoalan yang dihadapi dunia usaha.
“Kami berharap kolaborasi seperti ini tidak hanya dilakukan oleh Kideco, tetapi juga perusahaan-perusahaan atau industri-industri lain yang bekerja sama dengan ITK,” katanya.
Rektor ITK Agus Rubiyanto menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurut dia, keterlibatan industri dalam memberikan persoalan nyata kepada mahasiswa dapat memperkuat keterkaitan antara pembelajaran di perguruan tinggi dan kebutuhan dunia kerja.
“Kideco memberikan problem-problem yang real yang ada di lapangan. Sehingga kalau ini terus berjalan, maka antara link and match-nya itu akan terjadi,” ujar Agus.
Agus mengatakan mahasiswa melalui kegiatan tersebut memperoleh kesempatan untuk memahami persoalan industri secara lebih kontekstual. Pada sisi lain, industri dapat berinteraksi secara langsung dengan lingkungan akademik dan memperoleh berbagai perspektif dari mahasiswa.
Menurut dia, kolaborasi industri dan perguruan tinggi juga sejalan dengan karakter ITK sebagai perguruan tinggi yang berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
Sementara itu, Direktur Inovasi Kideco Iwan Susanto mengatakan KIC merupakan bagian dari upaya membangun link and match yang berkelanjutan antara dunia industri dan pendidikan.
“Tadi seperti Prof sampaikan bahwa KIC ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari link and match antara dunia industri dan dunia pendidikan,” kata Iwan.
Ia mengatakan keterhubungan tersebut diperlukan agar proses pendidikan dapat terus menyesuaikan diri dengan perkembangan dan kebutuhan industri serta lingkungan sekitar.
Selain kompetisi, rangkaian KIC 2026 juga mempertemukan para finalis dengan lingkungan industri melalui Kideco Mining Industry Visit. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal dunia kerja dan lingkungan operasional perusahaan secara lebih dekat.
Keterlibatan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan juga memperluas jejaring Kideco dengan talenta muda sekaligus membuka ruang interaksi antara perusahaan dan lingkungan akademik.
Iwan mengatakan keterlibatan Kideco dalam kegiatan pendidikan merupakan bagian dari kontribusi perusahaan kepada masyarakat.
“Kita tidak hanya menambang, tapi juga kita ingin berkontribusi untuk masyarakat,” ujarnya.
Melalui KIC 2026, Kideco berharap hubungan antara industri dan perguruan tinggi dapat terus berkembang melalui kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan.
Kolaborasi tersebut menempatkan industri sebagai pihak yang membawa persoalan nyata, sementara perguruan tinggi menghadirkan kapasitas akademik dan mahasiswa untuk mengembangkan gagasan inovatif yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan masyarakat.
Pewarta: R. Wartono
Editor : M.Ghofar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.