Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong produk unggulan Jawa Timur masuk rantai pasok kebutuhan jamaah haji dan umrah di Arab Saudi.
Khofifah menyampaikan hal tersebut saat melakukan kunjungan kehormatan dengan Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) di Jeddah Sugiri Suparwan di Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Arab Saudi, Kamis.
"Arab Saudi menjadi pasar strategis bagi Jawa Timur seiring tingginya mobilitas jamaah haji dan umrah asal Indonesia. Peluang tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperluas pasar produk pangan dan makanan olahan Jawa Timur," kata Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Kamis.
Saat ini, produk makanan siap santap (ready-to-eat) dari tiga pelaku usaha asal Jawa Timur telah menjadi pemasok kebutuhan jamaah haji. Pemprov Jawa Timur mendorong agar akses pasar tersebut diperluas hingga kebutuhan jamaah umrah.
Baca juga: Sektor pangan RI potensial masuk rantai pasok haji dan umrah global
"Kebutuhan logistik jamaah haji dan umrah sangat besar, dan Jawa Timur siap mengisi rantai pasok tersebut. Kami ingin produk UMKM dan industri Jawa Timur tidak hanya hadir, tetapi dapat menjadi bagian dari pemenuhan kebutuhan jemaah di Tanah Suci secara berkelanjutan," ujarnya.
Selain pangan, Khofifah menyebut komoditas perikanan juga berpeluang diperluas pasarnya, salah satunya tuna sirip kuning dari Sendang Biru, Kabupaten Malang.
Industri pengolahan dan pengalengan ikan di Banyuwangi juga telah memiliki pengalaman menembus pasar ekspor.
Selain perdagangan, pertemuan membahas penguatan layanan finansial bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Pewarta: Willi Irawan
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.