Elephants

Ketum BM PAN: Pernyataan Ketua Ansor Jatim Bentuk Perhatian dan Rasa Cinta terhadap Partai

September 9, 2026

Musaffa menilai jika PAN benar-benar ingin mendapatkan tempat di hati kalangan Nahdliyin, maka pembuktiannya harus terlihat dalam keberpihakan nyata terhadap kader dan masyarakat NU.

Menurutnya, label "Partai Anak Nahdliyin" tidak akan memiliki makna apabila tidak diikuti kebijakan yang benar-benar dirasakan di lapangan.

"Jangan sampai Nahdliyin hanya dijadikan objek pendekatan ketika membutuhkan suara. Ketika membutuhkan dukungan, disebut saudara; ketika kepentingan politik selesai, kader-kadernya justru dipinggirkan. Ini yang harus dijelaskan," ujarnya.

Sorotan Musaffa Safril muncul di tengah semakin gencarnya PAN membangun kedekatan dengan kalangan Nahdliyin.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN), Slamet Ariyadi, melihat kritik yang disampaikan Ansor Jatim sebagai ungkapan rasa sayang, cinta, perhatian, sekaligus kedekatan dengan partai.

Baginya, hal itu menunjukkan semakin terbukanya PAN terhadap semua kalangan, termasuk warga Nahdliyin.

Baca Juga: GP Ansor Tegas Tolak Wacana Polri Kembali ke TNI: Langkah Mundur dari Amanah Reformasi

"Ini juga menjadi isyarat bahwa PAN semakin dekat dengan kehidupan masyarakat Nahdliyin. Khususnya dalam memperjuangkan kepentingan rakyat, menjaga persatuan, dan bersama-sama membangun bangsa dan negara," ujar Slamet, dalam keterangannya, Rabu (9/9/2026).

Karena itu, Slamet menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga NU, termasuk Ketua Ansor Jatim.

"Saya melihat apa yang beliau sampaikan bukan semata-mata sebagai kritik kepada PAN. Tetapi juga dapat dimaknai sebagai pesan agar kader-kader Nahdliyin mendapatkan perhatian, ruang, dan kesempatan untuk terus berkontribusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," jelasnya.

Menurut Slamet, kedekatan PAN dengan warga Nahdliyin bukan sesuatu yang baru. PAN terus berupaya membangun komunikasi dan kebersamaan dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk dengan ulama, tokoh NU, dan warga Nahdliyin.

Salah satunya adalah Ketika perhelatan Muktamar ke-35 NU, di mana PAN hadir di tengah-tengah warga Nahdliyin melalui konsep "Teras de'PAN" yang memberikan ruang pelayanan dan kebersamaan bagi masyarakat yang hadir menyemarakkan muktamar.

Baca Juga: Pramono Cerita Kedekatan dengan Zulhas Selama 28 Tahun, Beri Dukungan Politik hingga Pilkada

Selain itu, Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, juga memiliki hubungan dekat dan baik dengan banyak ulama dan tokoh NU, termasuk dengan Gus Yahya selaku Ketua Umum PBNU demisioner dan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU terpilih.

Hubungan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar membangun komunikasi, silaturahmi, dan kebersamaan dalam menjaga persatuan bangsa.

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan juga memiliki kedekatan dengan Gus Helmy Faishal Zaini, Sekjen PBNU periode 2015-2021. Yang bahkan dalam berbagai kesempatan ketika menyapa warga Nahdliyin, Gus Helmy Faishal Zaini sering mendampingi Zulkifli Hasan.

Slamet menjelaskan, PAN juga memberikan ruang dan kesempatan kepada kader Nahdliyin untuk berproses dan berkontribusi melalui partai. Salah satu bentuknya adalah kepercayaan kepada dirinya untuk memimpin BM PAN.

"Bagi saya, ini merupakan bukti bahwa PAN adalah rumah besar yang terbuka bagi siapa saja. Termasuk kader-kader Nahdliyin yang ingin mengabdi dan berkontribusi melalui jalur politik," ujarnya.

Baca Juga: Apresiasi Inisiatif GP Ansor Jateng, Wapres Gibran Dukung Penguatan Literasi Digital Generasi Muda

Terkait persoalan pendamping desa, Slamet meluruskan bahwa kebijakan mengenai penempatan dan pengelolaan pendamping desa merupakan bagian dari kewenangan dan kebijakan Kementerian Desa PDT yang dipimpin kader PAN, Yandri Susanto.

"Karena itu, apabila terdapat aspirasi, kritik, maupun persoalan mengenai pendamping desa, saya kira akan lebih efektif jika disampaikan langsung kepada Kementerian Desa, agar dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan mekanisme yang ada," jelasnya.

Slamet mengajak seluruh pihak, termasuk sahabat GP Ansor dan warga Nahdliyin, apabila memiliki aspirasi berkaitan dengan pembangunan maupun pendamping desa, dapat menyampaikan langsung kepada menteri desa atau melalui saluran resmi Kementerian Desa.

Menurut Slamet, pada prinsipnya, PAN tidak ingin membangun jarak dengan siapa pun. PAN ingin terus membangun ruang dialog, komunikasi, dan jembatan kebersamaan dengan seluruh elemen bangsa, termasuk warga Nahdliyin.

"Perbedaan pandangan adalah hal yang biasa dalam demokrasi. Yang terpenting adalah bagaimana perbedaan tersebut menjadi energi untuk mencari solusi dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat," katanya.

Baca Juga: Harlah ke-92, GP Ansor Napak Tilas Berdirinya NU dengan Bersepeda 123 Km dari Bangkalan ke Jombang

Slamet menegaskan bahwa PAN hadir bukan untuk mengambil identitas siapa pun. PAN hadir untuk merawat kebersamaan, menjaga persatuan, memperjuangkan aspirasi rakyat, dan bekerja bersama seluruh elemen bangsa.