Elephants

Ketua Umum Pagar Nusa tekankan pentingnya generasi muda beradab - ANTARA News Jawa Timur

September 12, 2026

Kediri (ANTARA) - Ketua Umum Pimpinan Pusat Pencak Silat Nahdlatul Ulama (Pagar Nusa) Muchamad Nabil Haroen menekankan pentingnya membentuk generasi muda yang kuat, beradab, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pagar Nusa tidak sedang mencetak jagoan. Pagar Nusa sedang mendidik generasi muda agar kuat tetapi beradab, berani tetapi tidak arogan, serta memiliki kemampuan untuk melindungi dan memberi manfaat kepada sesama,” kata Gus Nabil di Kediri, Jawa Timur, Sabtu.

Dalam kesempatan itu, sebanyak 463 santri yang mengikuti pembaiatan tersebut terdiri atas 250 santri Pagar Nusa dari Pimpinan Cabang (PC) Pagar Nusa Lamongan dan 213 santri dari PC Pagar Nusa Babat.

Menurutnya, Lirboyo dipilih sebagai lokasi pembaiatan karena memiliki posisi penting dalam sejarah perjalanan Pagar Nusa. Pagar Nusa lahir dari ikhtiar para kiai di Tebuireng pada 27 September 1985 dan keberadaannya kemudian diteguhkan di Lirboyo pada 3 Januari 1986.

Ia mengatakan pembaiatan di Lirboyo bukan sekadar prosesi penerimaan anggota baru, tetapi menjadi momentum untuk menyambungkan sejarah, sanad, dan amanah Pagar Nusa kepada generasi berikutnya.

“Hadir di Lirboyo bagi Pagar Nusa bukan sekadar datang ke sebuah tempat. Ini adalah pulang ke salah satu akar sejarah kita, mengingat kembali dari mana kita berasal, siapa yang melahirkan kita, dan untuk siapa kekuatan ini harus kita abdikan,” katanya.

Ia juga mengingatkan para santri bahwa menjadi bagian dari Pagar Nusa tidak hanya berkaitan dengan seragam, penguasaan jurus, ataupun kemampuan bela diri. Namun, terdapat nilai adab, khidmah, penghormatan kepada guru dan kiai, serta tanggung jawab untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.

Menurut dia, ukuran kehebatan seorang pendekar bukan dilihat dari seberapa banyak orang yang takut kepadanya, melainkan seberapa besar rasa aman dan manfaat yang diberikan kepada orang lain.

Ia menegaskan kemampuan bela diri harus digunakan untuk memberikan perlindungan, bukan menjadi sarana melakukan kekerasan atau menimbulkan ketakutan.

“Inilah watak pendekar Pagar Nusa, kuat tanpa harus kasar, berani tanpa harus arogan, teguh dalam prinsip tetapi tetap rendah hati,” katanya.

Terkait semboyan “Bela Kiai, Sampai Mati”, ia menjelaskan bahwa semboyan tersebut merupakan ikrar kesetiaan untuk menjaga guru, ilmu, pesantren, NU, serta Indonesia dan nilai-nilai kebangsaan yang diwariskan para ulama.

“Itu adalah ikrar kesetiaan untuk menjaga guru, menjaga ilmu, menjaga pesantren, menjaga Nahdlatul Ulama, sekaligus menjaga Indonesia,” katanya.

Ia juga meminta ke santri yang telah dibaiat agar mereka kembali ke daerah masing-masing dengan membawa nilai dan tanggung jawab sebagai anggota Pagar Nusa.

Dirinya juga mengingatkan para santri untuk tetap menghormati guru dan kiai, termasuk ketika kelak memperoleh kedudukan yang tinggi.

“Setinggi apa pun kelak kedudukan kalian, jangan pernah merasa lebih tinggi daripada guru dan kiai kalian,” katanya.

Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.