Elephants

Ketua DPRD Palu minta RSUD Anutapura siaga dampak asap

October 18, 2026

Ketua DPRD Palu minta RSUD Anutapura siaga dampak asap

Minggu, 18 Oktober 2026 21:37 WIB

Image Print

Kabut asap menutupi kawasan permukiman di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (5/10/2026). Stasiun Pemantau Atmosfer Global Lore Lindu Bariri menyebutkan kualitas udara di Kota Palu diperkirakan masih berada pada level tinggi dalam tiga hari ke depan seiring masuknya asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari sejumlah wilayah. ANTARA FOTO/Muhammad Rifki Hasan/agr

Palu (ANTARA) -

Ketua DPRD Kota Palu Rico AT Djanggola meminta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anutapura meningkatkan kesiapsiagaan, untuk mengantisipasi kemungkinan bertambah pasien gangguan pernapasan akibat asap, berapa waktu terakhir.

“Kami berharap pihak rumah sakit sigap menghadapi kondisi cuaca seperti ini, karena kepungan asap dalam waktu lama tentu perlu diwaspadai dampaknya terhadap kesehatan masyarakat,” katanya di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu.

Ia juga mengimbau masyarakat, terutama yang beraktivitas di luar ruangan, agar menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap yang berpotensi mengganggu kesehatan.

Dia mengatakan kondisi cuaca dalam dua hari terakhir perlu mendapat perhatian karena selain berdampak terhadap kualitas udara, juga dilaporkan mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu.

Ia menyebutkan sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan, bahkan terdapat laporan pesawat tidak dapat masuk akibat kondisi cuaca yang buruk.

“Kondisi cuaca akhir-akhir ini sangat mengkhawatirkan. Dua hari belakangan ini dikabarkan pesawat tidak bisa masuk dan terjadi keterlambatan penerbangan karena cuaca buruk,” ujarnya.

Ia secara khusus meminta Direktur RSUD Anutapura Palu dr Maria Rosa Da Lima Rupa bersama seluruh jajaran rumah sakit mengantisipasi kemungkinan meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan, terutama warga yang mengalami gangguan pernapasan.

Direktur RSUD Anutapura Palu dr Maria Rosa Da Lima Rupa mengatakan rumah sakit tersebut saat ini menangani pasien dengan gangguan saluran pernapasan.

Namun, pihaknya belum dapat memastikan apakah gangguan kesehatan yang dialami pasien tersebut secara spesifik berkaitan dengan paparan asap yang menyelimuti Kota Palu.

“Pasien dengan gangguan saluran pernapasan ada, tetapi belum bisa dipastikan secara spesifik penyebabnya adalah asap,” katanya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena paparan asap dan partikel pencemar di udara dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan.

Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk, menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel, serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas atau keluhan kesehatan yang memburuk.

Pewarta : Fauzi
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026