Keterbatasan peralatan jadi kendala penanganan karhutla di Kapuas
Jumat, 25 September 2026 12:55 WIB
Petugas gabungan berjibaku memadamkan karhutla di Kabupaten Kapuas, Kamis (24/9/2026). ANTARA/HO-BPBD Kapuas
Kuala Kapuas (ANTARA) - Keterbatasan peralatan menjadi kendala dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.
“Berdasarkan dari hasil rapat evaluasi kita tadi, di sejumlah wilayah petugas melaporkan bahwa di lapangan menghadapi kendala keterbatasan peralatan pemadaman, terutama mesin pompa dan selang,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kapuas, Pangeran S. Pandingan, di Kuala Kapuas, Jumat.
Hal itu disampaikannya, setelah menggelar rapat evaluasi penanganan karhutla di Kabupaten Kapuas, bertempat di Posko Induk Penanganan Bencana Kekeringan dan Karhutla Kantor BPBD Kapuas.
Kondisi tersebut, lanjutnya, dilaporkan terjadi di hampir seluruh wilayah kecamatan yang masih melakukan penanganan karhutla. Kerusakan maupun kebocoran selang menjadi salah satu kendala yang cukup dominan di sejumlah pos, di antaranya Kapuas Barat, Kapuas Hilir, dan Mantangai.
Di Kecamatan Mantangai, petugas mengusulkan tambahan tiga unit mesin pompa berukuran 6,5 inci serta 15 roll selang pelempar untuk mendukung proses pemadaman. Sementara itu, pos di Kecamatan Kapuas Barat membutuhkan tambahan 10 roll selang dan dua unit mesin pompa.
Kendala serupa juga terjadi di wilayah Basarang, khususnya RT 6. Petugas melaporkan keterbatasan sumber air serta akses menuju RT 7 dan RT 8 yang hanya dapat dilalui kendaraan roda dua. Kondisi tersebut menyebabkan mobil tangki tidak dapat menjangkau lokasi untuk menyuplai air.
Di Kecamatan Dadahup, saluran sekunder mulai mengalami kekeringan sehingga menyulitkan petugas memperoleh sumber air untuk pemadaman. Penanganan di wilayah tersebut sementara terbantu dengan keberadaan tandon berkapasitas 1.000 liter yang berasal dari Balai Wilayah Sungai (BWS) dan Kementerian Pekerjaan Umum.
Selain persoalan di lapangan, ketersediaan peralatan juga menjadi perhatian. Stok peralatan di tingkat nasional dilaporkan terbatas, sementara BPBD Kapuas telah melakukan pemesanan selama sekitar 10 hari, namun barang yang dibutuhkan belum tiba.
Untuk memenuhi kebutuhan penanganan karhutla, distribusi sebanyak 20 unit mesin pompa dijadwalkan dilakukan pada Sabtu (26/9) mendatang. Peralatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan petugas dalam menangani titik-titik kebakaran yang masih berasap dan sulit dijangkau.
“Evaluasi harian akan terus dilakukan untuk memantau perkembangan karhutla, kondisi hotspot, dampak terhadap kesehatan masyarakat, serta efektivitas penanganan di masing-masing wilayah,” demikian Pangeran.
Baca juga: ISPA di Kapuas capai 2.465 kasus, tertinggi di Kecamatan Selat
Baca juga: Karhutla di Kapuas hanguskan 2.729 hektare lahan
Baca juga: Legislator Kapuas minta prioritaskan pemerataan pembangunan
Pewarta : All Ikhwan
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.