Elephants

Kepala Staf IDF Sebut Pasukannya akan Terus Beroperasi di Gaza

August 6, 2026

Bagikan:

JAKARTA - Panglima militer Israel memastikan pasukannya akan terus beroperasi di Jalur Gaza Palestina, saat serangan ke wilayah terebut meningkat di tengah upaya mencapai kesepakatan untuk mewujudkan perdamaian.

Kepala Staf Israel Defense Forces (IDF) Letnan Jenderal Eyal Zamir pada Hari Rabu menyatakan pasukan negaranya akan terus beroperasi secara "proaktif" di Jalur Gaza, seraya berjanji untuk "terus memburu pihak-pihak yang bertanggung jawab" atas serangan Hamas pada 7 Oktober yang memicu perang tersebut.

"Di Jalur Gaza, kami telah memukul Hamas, melemahkannya secara signifikan, dan mengubah realitas keamanan secara mendasar," ujar Letnan Jenderal Eyal Zamir saat mengunjungi pasukan di Gaza, sebagaimana dikutip dalam pernyataan militer, melansir Al Arabiya dari AFP (6/8).

"IDF akan terus beroperasi secara proaktif dan sesuai dengan prinsip yang telah kami tetapkan—yaitu melenyapkan ancaman serta, dalam situasi apa pun, melindungi masyarakat beserta warganya dan menjamin keamanan mereka," tandasnya.

Diketahui, Presiden Amerika Serikat pekan lalu mengumumkan kesepakatan pelucutan senjata kelompok militan Palestina, termasuk Haas, diikuti dengan penarikan pasukan Israel dari wilayah kantong Palestina itu, kesepakatan yang gambarkannya sebagai langkah "bersejarah" menuju perdamaian dan keamanan akan dilaksanakan secara bertahap.

Ia mengatakan kesepakatan tersebut merupakan "tonggak penting" dalam implementasi rencana 20 poinnya untuk Gaza, menambahkan wilayah tersebut pada akhirnya akan diperintah oleh "Pemerintah Palestina baru yang akan bekerja sama erat dengan Dewan Perdamaian untuk membantu rakyat Palestina," seperti dikutip dari Anadolu.

Sementara itu, pejabat Hamas Ghazi Hamad mengatakan kelompok tersebut menyetujui kesepakatan perdamaian komprehensif setelah berkonsultasi dengan berbagai faksi Palestina, dengan tujuan mengakhiri perang dan menyelamatkan warga Palestina dari kondisi kemanusiaan yang parah di Jalur Gaza.

Hamad mengatakan kesepakatan itu dicapai di tengah kondisi "sulit dan keras" yang dihadapi rakyat Palestina, menjelaskan prioritasnya adalah melindungi warga sipil dan mengakhiri penderitaan kemanusiaan yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.

Akhir pekan lalu, Israel meningkatkan serangannya ke wilayah Gaza, langkah yang menuai kecaman banyak pihak.

BACA JUGA:


Belakangan, PM Israel Benjamin Netanyahu dalam video singkat mengatakan pasukannya tidak akan mundur dari Gaza sebelum pelucutan senjata Hamas selesai dilakukan, dikutip dari CNN.

"Kami tidak akan mundur dari posisi kami saat ini sampai Hamas benar-benar dilucuti senjatanya. Itu poin pertama. Kedua, kami menginstruksikan tentara IDF untuk melakukan apa pun yang diperlukan guna melindungi diri mereka sendiri, melindungi wilayah kami, dan melindungi warga kami," ujar Netanyahu.

Sumber Israel mengatakan kepada CNN, IDF kini hanya dapat beroperasi menghadapi ancaman langsung di Gaza, sementara operasi pembunuhan terarah kini memerlukan persetujuan Kepala Staf (IDF).

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+