Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:52 WIB
Jakarta, VIVA – Badan Gizi Nasional (BGN) meminta maaf atas kasus keracunan yang dialami 353 siswa di Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, usai menyantap menu MBG pada Kamis 13 Agustus 2026.
Baca Juga
Para pelajar tersebut dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan di Berastagi dan Kabanjahe. Mereka mengalami berbagai keluhan, mulai dari lemas hingga muntah.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kepala BGN Sudaryono menyampaikan permohonan maaf kepada Bupati Karo Antonius Ginting atas kejadian tersebut.
Baca Juga
Ia mengakui terdapat kekurangan dalam pelaksanaan layanan MBG di lapangan. BGN pun akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk mencegah kejadian serupa.
"Saya minta maaf karena performa yang kurang baik dari anak buah saya di lapangan, tapi saya minta tolong Pak Bupati untuk dibantu investigasi juga," ujar Sudaryono dalam keterangannya, Jumat 14 Agustus 2026.
Baca Juga
BGN telah memulai investigasi untuk mengetahui penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa.
Selama pemeriksaan berlangsung, operasional dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menangani distribusi makanan tersebut dihentikan sementara.
Kepala SPPG terkait juga dicopot dari jabatannya.
"Kami berusaha untuk memperbaiki layanan," ujarnya.
Investigasi terhadap makanan yang dikonsumsi para siswa dilakukan bersama pemerintah daerah. Pemeriksaan tersebut ditujukan untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan.
Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengonfirmasi jumlah terbaru korban keracunan MBG mencapai 353 siswa pada Jumat 14 Agustus 2026.
Salah satu korban bahkan harus dirujuk ke rumah sakit di Medan untuk menjalani perawatan intensif di ruang ICU. Meski demikian, kondisi para siswa dilaporkan mulai membaik.
Para pelajar yang terdampak berasal dari lima sekolah, yakni SMA Negeri 1 Berastagi, SMA Swasta Bersama, SMK Swasta Bersama, SMP Negeri 3 Kabanjahe, dan SMP Swasta Bersama.
Keluhan mulai dirasakan siswa pada Kamis siang, setelah mereka mengonsumsi MBG.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Gejala yang muncul beragam. Para siswa dilaporkan mengalami lemas, muntah, serta gatal di bagian mulut dan tangan. Dalam kondisi paling berat, terdapat siswa yang mengalami sesak napas.
Kepala Cabang Dinas Wilayah IV Zulkarnain Barus sebelumnya menyebut makanan yang dibagikan dalam program MBG hari itu berupa gulai ikan dencis, sayur kol, dan wortel.
Halaman Selanjutnya
Menu ikan dencis diduga menjadi salah satu pemicu gangguan kesehatan yang dialami para siswa.