Elephants

Kemkomdigi serukan pemanfaatan teknologi untuk mempererat persatuan

August 17, 2026

Kemkomdigi serukan pemanfaatan teknologi untuk mempererat persatuan

Senin, 17 Agustus 2026 11:04 WIB

Image Print

Arsip Foto - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan keterangan kepada pers di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta, Selasa (04/08/2026). (ANTARA/HO-Diskominfo HSU)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyerukan pemanfaatan teknologi untuk mempererat persatuan bangsa dan mendatangkan manfaat nyata bagi masyarakat pada hari ulang tahun ke-81 Republik Indonesia.

"Di era digital, mari jadikan teknologi sebagai kekuatan untuk mempererat persatuan, membuka kesempatan, serta menghadirkan manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dalam rekaman video yang diunggah di akun Instagram resmi Kementerian Komunikasi dan Digital (@kemkomdigi) pada Senin.

Meutya mengingatkan bahwa fondasi Indonesia dibangun dengan semangat perjuangan, persatuan, dan gotong royong seluruh masyarakat Indonesia.

"81 tahun Indonesia berdiri dengan semangat perjuangan, persatuan, dan juga gotong royong. Semangat itu harus terus kita jaga, kita wujudkan Indonesia yang semakin maju, semakin berdaulat, dan juga sejahtera," katanya.

Pemerintah pada era digital memanfaatkan teknologi untuk mengoptimalkan penyelenggaraan berbagai pelayanan publik, termasuk pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan, pelayanan usaha, dan pelayanan sosial.

Dalam bidang pelayanan sosial, pemerintah melakukan digitalisasi Sistem Perlindungan Sosial (Perlinsos) untuk mengoptimalkan penyaluran bantuan sosial dari pemerintah kepada anggota masyarakat yang membutuhkan.

Hingga Agustus 2026, sebanyak tiga juta keluarga di 153 kota/kabupaten di Indonesia sudah terdaftar dalam sistem digital Perlinsos pada masa uji coba penggunaan sistem.

Sistem Perlinsos Digital dinilai dapat mengefisienkan dan mengefektifkan pelaksanaan program bantuan sosial pemerintah.

Pemerintah menargetkan sistem itu bisa menjangkau 49 juta keluarga di Indonesia saat diterapkan secara nasional.

Pewarta : Livia Kristianti
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026