Elephants

Kemenkop: Kopdes Galang Baru Batam akan kelola PLTS dan sarana usaha perikanan

September 21, 2026

Kemenkop: Kopdes Galang Baru Batam akan kelola PLTS dan sarana usaha perikanan

Senin, 21 September 2026 16:04 WIB

Image Print

Deputy Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi Panel Barus saat meninjau PLTS di Pulau Sembur Batam, Kepri (21/9/2026). (ANTARA/Amandine Nadja)

Batam (ANTARA) - Kementerian Koperasi menyebut Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) Galang Baru, Kota Batam, Kepulauan Riau, akan mengelola pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sekaligus fasilitas pendukung usaha perikanan.

Deputi Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi Panel Barus mengatakan PLTS Pulau Sembur berkapasitas 1 megawatt peak (MWp) yang dilengkapi baterai 1 megawatt hour (MWh) telah selesai dibangun dan mulai beroperasi sejak 17 Agustus 2026.

“PLTS 1 megawatt ini sudah selesai dibangun bahkan sudah beroperasi sejak 17 Agustus kemarin. Sekarang listrik sudah nyala di Pulau Sembur,” kata Panel saat meninjau progres pembangunan PLTS di Pulau Sembur, Batam, Senin.

Ia mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari pengembangan ekonomi produktif masyarakat pesisir.

Menurut dia, PLTS tersebut menjadi percontohan atau proof of concept dari konsep Productive Use of Energy, yakni pemanfaatan energi untuk menggerakkan aktivitas ekonomi produktif masyarakat sebelum dikembangkan menuju komersialisasi penuh.

“Proyek ini juga menjadi percontohan dalam mendukung program PLTS 100 gigawatt yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Saya kira ini juga sudah siap untuk diresmikan oleh Presiden,” kata dia.

Kehadiran energi listrik diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan penerangan, tetapi juga meningkatkan produktivitas masyarakat melalui kegiatan usaha yang dikelola secara kolektif oleh koperasi.

Selain mengoperasikan PLTS, koperasi akan mengelola fasilitas pendukung perikanan berupa ice maker berkapasitas empat ton per hari dan cold storage berkapasitas lima ton.

Fasilitas tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan es nelayan, memperkuat rantai dingin, mengurangi kehilangan hasil tangkapan, serta menjaga kualitas ikan.

“Jadi nelayan di Pulau Sembur tidak usah takut memancing banyak ikan karena sudah ada tempat pendingin. Selain itu juga sekarang listrik sudah naik 24 jam,” katanya.

Pengembangan usaha juga mencakup kapal listrik yang akan digunakan untuk pengiriman hasil perikanan dan distribusi logistik.

Panel mengatakan sekitar 90 persen masyarakat Pulau Sembur bekerja sebagai nelayan sehingga ketersediaan listrik menjadi bagian penting dalam pengembangan aktivitas ekonomi setempat.

Dalam pengoperasian PLTS dan fasilitas usaha tersebut, koperasi akan melibatkan sumber daya manusia lokal.

Sebanyak enam pemuda asli Pulau Sembur telah menjalani pelatihan selama beberapa pekan untuk mengoperasikan PLTS dan telah mendapatkan sertifikasi dari Kementerian ESDM.

Pewarta : Amandine Nadja
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.