Kemenko PMK: Pendekatan "life-course" diperlukan hadapi populasi menua
Kamis, 17 September 2026 20:15 WIB
(Kiri ke kanan) Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kemenko PMK Woro Srihastuti Sulistyaningrum, figur publik Cinta Laura, dan Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika dalam acara diskusi di Jakarta, Kamis (17/9/2026). (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) menilai pendekatan siklus kehidupan (life-course) diperlukan untuk menghadapi populasi menua (aging society) di Indonesia.
“Pendekatan life-course menjadi penting agar kebutuhan masyarakat dapat saling terhubung dan manfaatnya dirasakan lintas generasi,” kata Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kemenko PMK Woro Srihastuti Sulistyaningrum di Jakarta, Kamis.
Menurut riset DBS Foundation bertajuk “Indonesia’s Demographic Transition: Building Readiness Today for a Better Tomorrow”, populasi menua artinya 10 persen populasi telah berusia di atas 60 tahun.
Di Indonesia, populasi lansia telah mencapai 12 persen di tahun 2025, dan diproyeksikan mencapai lebih dari 20 persen di tahun 2045.
Oleh karena itu, kebutuhan dukungan terhadap populasi lansia akan turut meningkat dan memperbesar tekanan bagi generasi produktif saat ini dan di masa depan.
Woro mengatakan pemerintah memiliki peran penting dalam penguatan kebijakan lintas sektor sebagai agenda pembangunan jangka panjang, mulai dari akses pendidikan dan kesehatan, kesempatan kerja, perlindungan sosial, hingga layanan yang mendukung kualitas hidup di usia lanjut.
“Kita perlu memastikan bahwa setiap tahapan kehidupan mendapat perhatian yang tepat, mulai dari masa awal kehidupan, pendidikan, usia produktif, hingga memasuki usia lanjut,” kata Woro.
Ia mengatakan kini berbagai program pemerintah diarahkan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat di setiap fase dapat terpenuhi.
“Dengan pendekatan ini, kita tidak hanya mempersiapkan masyarakat untuk menghadapi usia lanjut, tetapi juga membangun fondasi agar mereka dapat menjalani kehidupan yang sehat, produktif dan sejahtera sejak dini,” ujar dia.
Di sisi lain, DBS Foundation mempertegas komitmennya dalam membantu kesiapan sosial dan finansial masyarakat rentan lintas generasi.
“Aging society merupakan isu penting bagi kami karena memiliki implikasi bagi seluruh generasi. Di DBS Foundation, kami percaya persiapan menghadapi populasi menua perlu dipersiapkan sejak usia produktif,” ujar Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika.
Mona mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk mendukung kesiapan masyarakat rentan agar lebih tangguh secara sosial dan finansial melalui peningkatan akses pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, literasi dan inklusi keuangan hingga persiapan pensiun.
“Kami ingin setiap orang dapat dapat menjalani proses menua dengan sehat, produktif, sejahtera, dan mandiri,” kata Mona.
Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026