Elephants

Kemenkes Tegaskan Obat Antivirus Oseltavimir tidak Boleh Dibeli Sembarangan |Republika Online

September 28, 2026

Warga menunggu antrean sebelum menjalani pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Ibrahim Adjie, Bandung, Jawa Barat, Senin (28/9/2026). Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat mencatat hingga Jumat 25 September 2026 terdapat 65 kasus positif influenza tipe A di Kota Bandung serta pihaknya menghimbau agar masyarakat diminta untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat agar terhindar dari penularan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kenaikan kasus Influenza A sedang terjadi di Tanah Air. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan namun bukan berarti masyarakat bisa bebas membeli obat yang lazim digunakan mengobati Influenza A.

Kemenkes menegaskan oseltamivir bukan obat yang bisa diminum oleh semua orang atau diminum sebagai antisipasi influenza tanpa penilaian medis. Masyarakat diimbau tidak melakukan panic buying.

Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes Lucia Rizka Andalusia di Jakarta, Senin (28/9/2026), menyampaikan hal tersebut merespons meningkatnya perhatian terhadap influenza A. Sekaligus sulitnya memperoleh obat antivirus oseltamivir di sejumlah rumah sakit.

"Kekhawatiran ini terutama disebabkan karena informasi mengenai peningkatan kasus beredar cepat di media sosial dan adanya info perbedaan ketersediaan obat di antara berbagai wilayah. Namun kami ingin memastikan bahwa masyarakat dapat memperoleh informasi yang tepat dan tidak mengambil tindakan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi," katanya.

Rizka menyebutkan, publik tidak perlu melakukan panic buying karena sebagian besar kasus influenza tanpa tanda bahaya dapat ditangani secara mandiri. Kondisi dapat membaik dengan istirahat yang cukup, menjaga asupan cairan atau minum yang cukup untuk mencegah dehidrasi dan sesak napas.

"Sehingga tidak setiap orang harus mendapatkan obat antivirus atau oseltamivir ini. Jika menunjukkan tanda bahaya, segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat," katanya.

sumber : Antara