Elephants

KemenHAM tanamkan budaya HAM kepada pelajar Pontianak - ANTARA News Kalimantan Barat

August 3, 2026

Pontianak (ANTARA) - Kementerian Hak Asasi Manusia melalui Wilayah Kerja Kalimantan Barat memperkuat pemahaman penghormatan, pelindungan, pemenuhan, penegakan, dan pemajuan HAM (P5HAM) kepada 825 pelajar dan tenaga pendidik MAN 2 Pontianak.

"Kegiatan penguatan kapasitas HAM bagi masyarakat itu digelar saat apel pagi di MAN 2 Pontianak, dengan melibatkan kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, serta seluruh peserta didik sebagai bagian dari upaya membudayakan nilai-nilai HAM di lingkungan pendidikan," kata  Pembina apel dari Wilayah Kerja Kementerian HAM Kalimantan Barat, Binardi Rizi di Pontianak, Senin.

Rizi mengatakan hak asasi manusia merupakan hak kodrati yang melekat pada setiap orang sejak lahir sehingga seluruh individu memiliki kewajiban menghormati hak orang lain dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia menjelaskan penerapan P5HAM di lingkungan madrasah dapat diwujudkan melalui terciptanya suasana belajar yang aman, inklusif, bebas diskriminasi, menjunjung tinggi toleransi, serta memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh warga sekolah tanpa membedakan latar belakang.

Menurut dia, penguatan nilai HAM juga harus diimbangi dengan peningkatan literasi digital mengingat perkembangan teknologi menghadirkan berbagai tantangan bagi generasi muda, mulai dari penyebaran konten negatif, ujaran kebencian, perjudian daring, hingga informasi menyesatkan.

"Pelajar harus mampu menggunakan media digital secara bijaksana, menyaring informasi dengan baik, dan menghindari aktivitas yang bertentangan dengan nilai kemanusiaan maupun norma yang berlaku," katanya.

Selain itu, Binardi mengajak seluruh peserta didik menjaga pergaulan yang sehat serta menghentikan segala bentuk perundungan di lingkungan sekolah karena setiap anak berhak memperoleh rasa aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan selama mengikuti proses pendidikan.

Ia menambahkan disiplin bukan sekadar mematuhi tata tertib sekolah, tetapi juga mencerminkan penghormatan terhadap hak orang lain dan komitmen membangun lingkungan pendidikan yang tertib, aman, serta kondusif.

Melalui program itu, Kementerian HAM berharap sekolah dan madrasah di Kalbar semakin menjadi ruang belajar yang aman, ramah anak, inklusif, bebas kekerasan dan diskriminasi, sekaligus melahirkan generasi yang berkarakter serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Kepala MAN 2 Pontianak, Yuliana, mengatakan pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus membentuk peserta didik yang berakhlak, beretika, serta menghargai hak dan martabat setiap manusia.

Menurut dia, para pelajar sebagai generasi penerus bangsa memiliki tanggung jawab mengamalkan nilai-nilai HAM dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, masyarakat, maupun saat berperan dalam pembangunan bangsa.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Wilayah Kerja Kementerian HAM Kalbar memperluas edukasi HAM melalui satuan pendidikan guna membangun budaya penghormatan, pelindungan, pemenuhan, penegakan, dan pemajuan HAM sejak usia dini.

Pewarta: Rendra Oxtora
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.