Jakarta (ANTARA) - Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) memantau pemerataan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di sejumlah wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyusul keluhan warga mengenai distribusi bantuan yang belum merata.
Staf Khusus Menteri HAM Bidang Transformasi Digital dan Komunikasi Media Thomas Harming Suwarta dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, mengatakan pemantauan dilakukan bersamaan dengan penyaluran bantuan tanggap darurat kepada masyarakat terdampak.
Bantuan berupa bahan kebutuhan pokok dan terpal disalurkan kepada masyarakat di Kampung Jongkoe, Desa Satar Punda Barat, Kecamatan Lambaleda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, serta Dusun Ratung, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai.
Selain menyalurkan bantuan, KemenHAM mendengarkan kondisi dan aspirasi masyarakat, termasuk keluhan mengenai distribusi bantuan yang dinilai belum merata, terutama bagi warga di wilayah dengan akses sulit.
Baca juga: Kemendikdasmen bagikan 100 tenda darurat sekolah terdampak gempa NTT
"Kami mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Ada wilayah-wilayah yang aksesnya cukup sulit dan masyarakat menyampaikan bahwa distribusi bantuan belum sepenuhnya merata. Ini harus menjadi perhatian bersama agar masyarakat terdampak tidak ada yang terlewat," kata Thomas.
Menurut dia, penanganan bencana tidak hanya berkaitan dengan penyaluran bantuan, tetapi juga perlu memastikan perlindungan dan pemenuhan hak masyarakat terdampak.
Dalam situasi tanggap darurat, kata dia, warga berhak memperoleh rasa aman, bantuan kemanusiaan, tempat berlindung, serta akses terhadap kebutuhan dasar tanpa diskriminasi.
Sebagian masyarakat masih bertahan di lokasi pengungsian, baik yang disediakan pemerintah maupun dibangun secara mandiri, karena gempa susulan masih terjadi dengan intensitas beragam.
Baca juga: Pemerintah perkuat dukungan penyaluran BBM pascabencana di Flores
Kondisi tersebut menyebabkan sebagian warga khawatir dan mengalami trauma untuk kembali ke rumah.
"Masyarakat tetap tenang, tetapi harus selalu waspada. Keselamatan menjadi hal yang utama, terutama karena masih adanya gempa susulan," ujarnya.
Sebelumnya, gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT, pada Sabtu (15/8) dan berdampak pada sejumlah kabupaten di wilayah tersebut, termasuk Manggarai dan Manggarai Timur.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Kamis pukul 16.00 WIB jumlah korban meninggal dunia akibat gempa tersebut mencapai 75 orang, sedangkan 907 orang mengalami luka-luka.
Baca juga: Menteri PU alokasi Rp100 miliar untuk tanggap darurat bencana di NTT
BNPB juga mencatat hingga Kamis sebanyak 3.752 gempa susulan terjadi di wilayah terdampak. Salah satu gempa susulan yang dirasakan masyarakat terjadi pukul 10.47 waktu setempat dengan magnitudo 5,7.
KemenHAM akan terus memantau perkembangan kondisi warga terdampak serta mendorong koordinasi dengan pihak terkait agar penanganan tanggap darurat dan distribusi bantuan dilakukan secara tepat dan merata, termasuk menjangkau masyarakat di wilayah sulit diakses.
Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak tetap menjadi perhatian selama masa tanggap darurat serta tidak ada warga yang terlewat dalam memperoleh bantuan dan perlindungan.
Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.