Elephants

Kemendagri: Kota Malang salah satu daerah "pilot project" LSDP

August 20, 2026

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyatakan Kota Malang, Jawa Timur sebagai salah satu daerah yang menjadi pilot project program Local Service Delivery Improvement Program (LSDP) untuk meningkatkan tata kelola sampah

Direktur Perencanaan, Evaluasi, dan Informasi Pembangunan Daerah (PEIPD) Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Iwan Kurniawan di Kota Malang, Kamis, mengatakan penetapan Kota Malang untuk LSDP ,karena dinilai memenuhi readiness criteria atau tolok ukur persyaratan yang telah di konsepkan.

"Dari proses cukup panjang, penentuan lokasi, dari 41 daerah yang mengusulkan, akhirnya dipilih 30 daerah, karena memenuhi syarat dan Kota Malang menjadi salah satu pilot," kata Iwan.

Baca juga: Pemerintah siap tingkatkan pengelolaan sampah di 30 daerah lewat LSDP

Ia menjelaskan pada 2026, pemerintah pusat menyiapkan perangkat berupa pedoman teknis, kelembagaan, hingga kebijakan mengenai LSDP.

Kemudian, tahun depan Kota Malang bersama daerah yang terpilih mulai mengimplementasikan program dari titik hulu.

"Berkaitan dengan penyediaan sarana prasarana transportasi, alat untuk sampah, lalu penguatan kelembagaan. Nah, 2028 akan dibangun TPS Terpadu berkapasitas 150 ton," ucapnya.

Melalui program itu, pengelolaan sampah tidak hanya difokuskan memberikan dampak positif terhadap lingkungan, tetapi juga terhadap perekonomian.

"Kemarin kami lihat ada pirolisi yang menjadi solar, kemudian ada batubara sintesis, itu akan disusun oleh pemerintah daerah," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin menyatakan LSDP mulai dijalankan bertahap, pada 2027 prosesnya dimulai penyiapan infrastruktur hulu dan 2028, pembangunan di sisi hilir.

Baca juga: Kota Malang-China buka peluang kerja sama pengolahan sampah

Baca juga: Kota Malang terapkan TPS 3R untuk pengelolaan sampah

"Dana hibah Rp151 miliar dalam pengelolaan sampah di Kota Malang mendapatkan dana hibah dari World Bank melalui Kemendagri," kata Ali.

Ia menyampaikan per harinya Kota Malang mampu menghasilkan sekitar 700 ton sampah, dari jumlah itu 100-150 ton akan dikelola melalui program LSDP.

Selain LSDP, volume sampah di Kota Malang juga akan didistribusikan untuk memenuhi operasional pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL) yang direncanakan dibangun di Kabupaten Malang.

"Itu nanti 500 ton per hari sampah yang harus didistribusikan ke PSEL," kata dia.

Pewarta: Ananto Pradana
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.