Elephants

Kemenag Sumsel dapat bantuan Rp6,22 miliar dari pusat

October 10, 2026

Kemenag Sumsel dapat bantuan Rp6,22 miliar dari pusat

Sabtu, 10 Oktober 2026 14:32 WIB

Image Print

Kepala Kanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan (tengah). ANTARA/HO-Kemenag Sumsel

Palembang (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sumatera Selatan menerima bantuan keagamaan Rp6.224.635.000 dari Kemenag RI bersama Komisi VIII DPR RI.

Kepala Kanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan dalam keterangan resmi di Palembang, Sabtu, memaparkan Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian Agama menyalurkan bantuan sarana dan prasarana keagamaan senilai Rp6,22 miliar serta bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) bagi 11.000 murid madrasah di Provinsi Sumatera Selatan.

Adapun bantuan dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI sebesar Rp6.224.635.000 tersebut dialokasikan untuk pembangunan fisik lima Gedung Balai Nikah dan Layanan Keagamaan Kantor Urusan Agama (KUA) melalui pembiayaan SBSN senilai Rp5,97 miliar.

Lima KUA penerima alokasi tersebut meliputi KUA Kecamatan Lubuklinggau Barat I, KUA Kecamatan Sindang Danau, KUA Kecamatan Rambang Kapak Tengah, KUA Kecamatan Kayuagung, dan KUA Kecamatan Tebing Tinggi.

"Dari 241 kecamatan di Sumsel, masih terdapat 19 kecamatan yang belum memiliki gedung KUA sendiri. Di sisi lain, dari 15.227 ruang kelas madrasah di Sumsel, sekitar 32 persen di antaranya mengalami kerusakan ringan hingga berat dan memerlukan rehabilitasi," katanya.

Ia juga turut mendorong akselerasi sertifikasi bagi 1.796 guru pendidikan agama di Sumsel yang belum mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) akibat keterbatasan anggaran.

Selain itu, dialokasikan pula bantuan rehabilitasi untuk lima rumah ibadah masjid di Sumsel dengan total anggaran Rp250 juta.

Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang mengatakan pihaknya berkomitmen memperkuat infrastruktur keagamaan, kesejahteraan pendidik, serta kepastian pendidikan bagi siswa kurang mampu.

Ia juga menyoroti pentingnya pengangkatan guru non-ASN menjadi P3K tanpa meragukan tempat mereka mengabdi.

"Jangan sampai ketika diangkat P3K justru ditarik dari madrasah atau pesantren tempatnya mengabdi. Ini yang terus kita dorong penataannya," kata Marwan.

Selain isu kesejahteraan pendidik, Marwan mengingatkan lembaga pendidikan keagamaan untuk mengantisipasi perkembangan kecerdasan buatan (AI) dengan memperkuat benteng moral dan karakter siswa.

Pewarta: M. Imam Pramana
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026