Kemenag memproyeksikan MTQ 2026 gerakkan ekonomi hingga Rp1,2 triliun
Selasa, 15 September 2026 13:16 WIB
Sejumlah penari membawakan tari kolosal Jejak Langit di Tanah Jawa saat pembukaan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (12/9/2026). ANTARA FOTO/Makna Zaezar/nz
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Agama (Kemenag) memproyeksikan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah, dapat menghasilkan perputaran ekonomi hingga Rp1,2 triliun dari kehadiran ribuan peserta, pendamping, ofisial, dan tamu.
“Wakil Gubernur Jawa Tengah menyampaikan bahwa perputaran ekonomi selama MTQ ini diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun,” ujar Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag sekaligus Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Abu Rokhmad di Jakarta, Selasa.
Abu mengatakan potensi tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan MTQ memberi manfaat yang lebih luas bagi daerah tuan rumah. Pergerakan peserta dan masyarakat menciptakan aktivitas pada sektor akomodasi, transportasi, konsumsi, perdagangan, hingga UMKM.
Menurutnya, perputaran ekonomi itu muncul dari mobilitas peserta dan tamu selama mengikuti berbagai agenda MTQ. Kebutuhan penginapan, makanan, transportasi, oleh-oleh, serta kebutuhan pendukung kegiatan menjadi bagian dari aktivitas ekonomi yang berlangsung selama penyelenggaraan.
MTQ Nasional XXXI berlangsung pada 11–20 September 2026 dengan 2.242 peserta dari 37 provinsi mengikuti delapan cabang, 24 golongan, dan 48 kategori musabaqah, dengan perlombaan berlangsung di 12 venue.
Rangkaian MTQ juga dirancang dengan berbagai kegiatan pendukung yang memperluas keterlibatan masyarakat.
Selain perlombaan membaca Al Quran, terdapat Kemenag Expo, bazar UMKM dan produk halal, pameran mushaf dan khazanah manuskrip Al Quran, muzakarah ilmiah Al Quran, serta panggung seni dan budaya Islami.
Menurut Abu, ruang-ruang tersebut memberi kesempatan kepada pelaku usaha lokal dan daerah untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat yang datang dari berbagai wilayah. Aktivitas ekonomi yang terbentuk selama MTQ juga diharapkan dapat memperluas jejaring usaha dan membuka peluang pasar baru.
“MTQ ini mempertemukan masyarakat dari berbagai daerah. Ada peserta, pendamping, official, tamu, dan masyarakat yang bergerak selama kegiatan berlangsung,” kata Abu.
Sebelumnya, Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan proyeksi perputaran ekonomi hingga Rp1,2 triliun dihitung Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah bersama Badan Pusat Statistik (BPS).
Penghitungan tersebut mempertimbangkan aktivitas ekonomi yang muncul selama rangkaian penyelenggaraan MTQ di Jawa Tengah.
“Kalau ada yang sekaligus mau berwisata di Semarang dan sekitarnya, akan kami tawarkan,” ujar Wagub Taj Yasin.
Menurut Taj, kedatangan peserta dan tamu dari berbagai daerah juga menjadi peluang untuk mengenalkan potensi Jawa Tengah. Selain mengikuti agenda MTQ, para tamu dapat menikmati destinasi wisata, kuliner, serta produk lokal yang tersedia di Semarang dan daerah sekitarnya.
Pewarta : Asep Firmansyah
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.