Kemenag: KKN merupakan ruang pembelajaran bagi mahasiswa hidup bermasyarakat
Selasa, 8 September 2026 20:41 WIB
Penutupan KKN Angkatan 120 sekaligus KKN Awards 2026 Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga di Yogyakarta. Selasa (8/9/2026). ANTARA/Hery Sidik.
Yogyakarta (ANTARA) - Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Kemenag) RI Prof Waryono Abdul Ghafur menyatakan kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) merupakan ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk bermasyarakat dan mengembangkan kepasitasnya.
"KKN merupakan ruang bagi mahasiswa untuk belajar hidup bermasyarakat sekaligus mengembangkan kapasitas diri," kata Waryono pada Penutupan KKN Angkatan 120 sekaligus KKN Awards 2026 Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga di Yogyakarta, Selasa.
Menurut dia, perjumpaan langsung mahasiswa dengan masyarakat di lokasi KKN memberikan pelajaran riil dan konkret yang melengkapi teori akademik yang diperoleh mahasiswa di ruang kuliah selama masa studi.
Untuk itu, pihaknya mendorong mahasiswa membawa semangat muda yang penuh energi dan inovasi sebagai bekal untuk mengambil peran kepemimpinan di masa depan.
"Ini menempatkan mahasiswa bukan sekadar sebagai pelaksana program pengabdian, tetapi sebagai calon pemimpin yang perlu memiliki kepekaan sosial dan kemampuan menerjemahkan ilmu menjadi solusi," katanya.
Kemenag juga mendorong UIN Sunan Kalijaga untuk terus mengembangkan model KKN yang sistematis, tematik, inovatif, dan kreatif, sehingga dapat diintegrasikan dengan program-program strategis negara dalam menyongsong Indonesia Emas.
Menurut dia, hal tersebut sejalan dengan arah yang terus didorong UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk menghubungkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam satu ekosistem akademik.
Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof Noorhaidi Hasan mengatakan keberhasilan KKN tidak cukup dilihat dari selesainya penugasan mahasiswa, namun program yang dijalankan di tengah masyarakat harus mampu memberikan manfaat dan menjadi pengalaman mahasiswa setelah kembali ke kampus.
Rektor mendorong agar pengalaman dan persoalan yang ditemukan mahasiswa di lapangan tidak berhenti sebagai cerita, namun pengetahuan yang lahir dari persoalan masyarakat terus dikembangkan melalui riset dan dihilirkan menjadi inovasi, hak kekayaan intelektual, paten, serta kemitraan dengan dunia usaha.
"Persoalan di masyarakat tidak berhenti menjadi objek kegiatan, tetapi dapat menjadi sumber pembelajaran, penelitian, inovasi, dan kolaborasi," katanya.
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa yang hadir pada kegiatan itu mengatakan KKN menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk melengkapi teori yang diperoleh di ruang kelas dengan pengalaman langsung di tengah masyarakat.
"Harapannya mahasiswa tidak hanya hadir sekadar untuk memenuhi kewajiban akademik, tetapi mampu menjadi teman berdiskusi, fasilitator, penggerak, sekaligus sumber inspirasi bagi masyarakat," katanya.
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026