Elephants

Kejuaraan Dunia: Jadi Tulang Punggung, Amri/Nita Geber Persiapan Teknis Sambil Sambut Kembalinya Coach Nova

August 12, 2026

Amri Syahnawi mengonfirmasi bahwa porsi latihan yang mereka jalani sejauh ini berjalan sangat optimal.

Sisa waktu beberapa hari sebelum keberangkatan ke Kejuaraan Dunia Bulutangkis bakal dimaksimalkan untuk membenahi detail-detail kecil permainan di lapangan.

"Sejauh ini persiapannya cukup baik ya. Kita persiapan sehabis China Open itu sekitar tiga mingguan dari fisik, mental, sama tekniknya menurut saya cukup," kata Amri saat ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

"Mungkin ada beberapa teknis yang memang harus dibenerin lagi, sisa berapa hari ini kita optimalin lah."

Senada dengan sang partner, Nita menegaskan bahwa hawa dan atmosfer menghadapi Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026 yang bakal digelar di India, 17-23 Agustus mendatang tentu terasa berbeda dibandingkan turnamen rutin lainnya.

Oleh karena itu, berbagai menu latihan tambahan pun rela dilahap demi memetik hasil maksimal."

"Kalau aku sendiri sih pasti beda ya persiapan turnamen lain dan Kejuaraan Dunia. Tapi kita tetap persiapin semaksimal mungkin yang kita bisa, mengupayakan apa pun yang kita bisa lakuin. Tambahan-tambahan segala macam juga kita lakuin," tutur Nita.

https://www.akurat.co/badminton/881432/kejuaran-dunia-modal-back-to-back-fajar-fikri-bidik-podium-tertinggi-demi-kado-kemerdekaan-indonesia

Meskipun saat ini sektor ganda campuran berada dalam masa transisi kepelatihan yang sementara didampingi Muhammad Rijal dan Hendra Mulyono, Amri mengaku tidak ada kendala berarti.

Adaptasi terhadap pola dan variasi latihan anyar dapat diserap dengan cepat oleh para pemain.

"Untuk sementara dipegang sama Coach Rijal dan Mas Hendra ya. Kendalanya sih enggak ada. Paling juga sedikit perubahan di pola latihan, itu yang menurut saya bisa kita adaptasinya dengan cepat," terang Amri.

Absennya pasangan Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu otomatis menjadikan Amri/Nita sebagai tumpuan utama ganda campuran Indonesia di Kejuaraan Dunia 2026. Terlebih, tim pelatih mematok target agar sektor ini sanggup membawa pulang medali.

"Dari target ya kita sudah ditargetkan untuk bisa bawa medali lah di ganda campuran ini. Karena sepasang enggak ada, Jafar/Felisha mundur, ya kita coba kasih yang terbaik lah. Arahan diberikan per latihan, detail banget per pukulan," tegas Amri.

Mendapat amanat sebagai tulang punggung tim tak lantas membuat Amri/Nita merasa terbebani.

Nita menyebut kunci menjaga mentalitas berada pada sikap fokus menjalani program latihan hari demi hari tanpa membiarkan pikiran liar mengganggu konsentrasi.

"Enggak sih kalau beban. Kita enggak ngebebanin diri sendiri, ya udah kita jalanin hari per harinya dan mengusahakan apa yang bisa kita usahakan. Kita lebih fokus ke gimana persiapan hari per harinya aja dan sebisa mungkin ada kemajuan," jelas Nita.

Keharmonisan internal serta komunikasi terbuka yang dibangun oleh jajaran pelatih baru juga menjadi faktor pendukung utama.

Menurut Nita, pelatih tidak pernah menimpakan beban berat secara sepihak, melainkan mengajak seluruh elemen untuk bangkit bersama.

"Pelatih enggak ada yang menuntut atau ngebebanin ke kita. Tapi selalu bilang, 'ayo kita semuanya bangun bareng, kita naik sama-sama, kerja keras sama-sama.' Itu sih yang bikin kita enggak merasa sendiri menanggung beban ini," lanjut pemain berusia 25 tahun tersebut.

Suasana latihan di sektor ganda campuran diakui Amri menjadi jauh lebih kondusif. Komunikasi dua arah antara pemain dan pelatih mengalir sangat cair di mana seluruh pihak bersikap terbuka untuk saling mendukung demi kemajuan bersama.

"Hawa latihan di ganda campuran sekarang sih jauh lebih baik ya," imbuh Amri.

"Dari segi komunikasi antar partner, antar pelatih dan pemain itu sekarang sangat baik. Ada apa-apa mereka buka diri, kita juga buka diri. Bebannya kita tanggung bareng-bareng."

Gairah ganda campuran Indonesia dipastikan bakal makin terpecut seiring kepastian bergabungnya kembali Nova Widianto ke jajaran kepelatihan PBSI.

Nita menyambut hangat kepulangan Coach Nova yang dinilainya sangat paham akan detail-detail krusial ganda campuran.

"Pasti happy banget, karena beliau yang paling tahu pola dan detail ganda campuran tuh harus seperti apa," ucap Nita penuh optimisme.

Hal-hal kecil kayak ingatan posisi di lapangan itu yang beberapa tahun ini sempat missed. Dengan hadirnya Coach Nova dan dibantu Coach Rijal, detail itu benar-benar diingetin lagi."

Menanggapi kritik pedas serta sorotan tajam dari publik dan warganet terkait naik-turunnya prestasi ganda campuran belakangan ini, Amri/Nita memilih untuk menyikapinya secara bijak dan profesional.

"Buat yang mengkritik, saya terima kasih banyak karena itu jadi cambukan buat saya untuk belajar dari kekurangan," ucap Amri.

"Sementara kalau kata Nita, terserah orang mau cakap apa karena mereka tidak melihat proses latihan kita. Yang penting kita jawab dengan kerja keras di lapangan."