Dian Eko Prasetio
| 18 Agustus 2026, 18:59 WIB

Pebulutangkis ganda campuran Indonesia, Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran, saat tampil menghadapi wakil Prancis, Julien Maio/Lea Palermo, di babak 64 besar Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026 di New Delhi, India, Selasa (18/8/2026). PBSI.
AKURAT.CO, Pasangan ganda campuran bulutangkis muda Indonesia, Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran, menyuguhkan aksi comeback luar biasa pada laga debut mereka di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026.
Berlaga pada babak 64 besar Kejuaraan Dunia Bulutangkis di Indira Gandhi Stadium, New Delhi, India, Selasa (18/8/2026), Bimo/Arlya sukses mengandaskan perlawanan wakil Prancis, Julien Maio/Lea Palermo, lewat pertarungan sengit dengan skor 21-12, 13-21, dan 22-20.
Kemenangan ini diraih secara dramatis setelah pasangan Merah Putih sempat berada di ujung tanduk usai tertinggal 16-20 pada gim penentuan laga pembuka Kejuaraan Dunia Bulutangkis kali ini.
Arlya mengungkapkan bahwa keberhasilan mereka melepaskan diri dari tekanan kedudukan match point lawan di set ketiga tak lepas dari keputusan untuk tampil tanpa beban.
"Alhamdulillah masih diberikan kemenangan hari ini, tadi sudah tertinggal 16-20 di gim penentuan tapi kami coba main nothing to lose saja, yakin dengan apa yang kami punya, tidak usah memikirkan menang atau kalah," kata Arlya.
Sebagai debutan di ajang sekelas Kejuaraan Dunia, Arlya tak menampik bahwa riak ketegangan sempat memengaruhi dinamika permainan mereka di lapangan.
https://akurat.co/badminton/883052/kejuaraan-dunia-lolos-dari-putaran-pertama-rehan-gloria-rasakan-sensasi-campur-aduk-dapat-tiket-susulan
Belajar dari pengalaman pada laga pembuka ini, Bimo/Aryla berharap di laga selanjutnya mereka bisa untuk lebih mengontrol emosi dan menjaga konsistensi permainan.
"Ini pertandingan pertama kami di Kejuaraan Dunia, pasti tegang tapi sangat excited. Itu jadi sedikit berpengaruh ke lapangan tadi. Kami harus bisa lebih mengontrol emosi dan menjaga konsistensi di match selanjutnya," tambah Arlya.
Sementara itu, Bimo menjelaskan penyebab penurunan performa mereka pada gim kedua dan sebagian besar gim ketiga akibat respons taktik lawan yang makin berkembang.
Kunci pembalik keadaan di poin-poin kritis terletak pada kedisiplinan Bimo/Arlya untuk meminimalisasi kesalahan sendiri (unforced errors) hingga akhirnya mampu menyamakan kedudukan dan membalikkan keadaan.
"Akhirnya kami berpikir untuk fokus satu poin ini tidak boleh mati sendiri akhirnya pelan-pelan bisa mengejar," jelas Bimo.
Mengisi panggung Kejuaraan Dunia untuk kali pertama memberikan kesan mendalam bagi Bimo. Ia bertekad untuk memaksimalkan setiap kesempatan yang ada selama berlaga di New Delhi.
"Rasanya senang bisa main di Kejuaraan Dunia, luar biasa atmosfernya, berbeda dengan turnamen yang kami ikuti sebelumnya. Kami tidak tahu apakah akan punya kesempatan seperti ini lagi jadi kami mau maksimalkan sekarang," kata Bimo.