AKURAT.CO Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengumumkan akan meninggalkan pemerintahan Presiden Donald Trump pada akhir Agustus 2026. Keputusan itu diambil setelah perempuan berusia 28 tahun tersebut mempertimbangkan keinginannya untuk lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga dan dua anaknya yang masih kecil.
Leavitt menyebut keputusannya sebagai pilihan yang "pahit sekaligus sulit". Pengumuman tersebut disampaikan melalui media sosial pada Rabu, tidak lama setelah Trump mengumumkan bahwa Leavitt akan mengakhiri tugasnya sebagai sekretaris pers Gedung Putih.
Leavitt baru kembali menjalankan tugasnya di podium Gedung Putih setelah melahirkan anak keduanya, seorang putri bernama Viviana, pada Mei lalu. Ia juga memiliki seorang putra berusia dua tahun.
Dalam pernyataannya, Leavitt mengatakan dirinya menyadari bahwa tuntutan pekerjaan sebagai juru bicara Gedung Putih membuatnya sulit memberikan waktu dan perhatian yang dibutuhkan kedua anaknya.
"Sejak kembali ke Gedung Putih setelah kelahiran putri saya, saya merasa dalam hati bahwa saya tidak bisa menjadi ibu terbaik yang layak didapatkan kedua anak saya sambil mencurahkan waktu, energi, dan perhatian yang terus-menerus dibutuhkan oleh sekretaris pers Gedung Putih," ujar Leavitt.
Trump Hormati Keputusan Leavitt
Trump menyatakan memahami dan menghormati keputusan Leavitt untuk meninggalkan pemerintahan. Presiden AS itu juga memberi sinyal bahwa hubungan politik keduanya akan tetap berlanjut.
Trump mengatakan Leavitt akan menjadi salah satu penasihat eksternalnya dan tetap memiliki pengaruh di lingkungan Partai Republik.
Menurut Trump, Leavitt akan membantunya menghadapi pemilihan sela atau midterm elections dan berupaya memenangkan pertarungan politik tersebut.
Trump belum mengumumkan siapa yang akan menggantikan Leavitt sebagai sekretaris pers Gedung Putih, posisi yang menjadi salah satu wajah utama pemerintahan AS di hadapan publik dan media.
Karier Politik Karoline Leavitt
Leavitt merupakan salah satu tokoh muda yang menonjol di lingkungan politik Trump. Sebelum bergabung dengan kampanye Trump pada 2024, ia bekerja sebagai juru bicara MAGA Inc., sebuah super PAC yang mendukung Trump.
Pada 2022, Leavitt maju sebagai calon anggota Kongres dari New Hampshire. Ia berhasil memenangkan primary Partai Republik yang diikuti 10 kandidat, tetapi kemudian kalah dalam pemilihan umum dari petahana Demokrat Chris Pappas.