Elephants

Karantina Babel kawal akselerasi ekspor perikanan Rp284,9 miliar - ANTARA News Bangka Belitung

July 28, 2026

Pangkalpinang (ANTARA) - Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (Karantina) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengawal akselerasi ekspor produk perikanan senilai Rp284,9 miliar tujuan Malaysia dan Australia, guna memastikan komoditas tersebut bebas hama dan penyakit.

"Kita memastikan produk perikanan ini bebas dari penyakit, memenuhi standar mutu dan sesuai dengan persyaratan kesehatan yang ditetapkan oleh negara tujuan ekspor," kata Kepala Karantina Kepulauan Babel Herwintarti di Pangkalpinang, Selasa.

Ia mengatakan selama Januari hingga Juni 2026, nilai ekonomi ekspor perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencapai Rp284.986.046.778 dengan tujuan ekspor ke Malaysia dan Australia, sehingga dapat mendorong perekonomian dan kesejahteraan masyarakat nelayan di daerah ini.

Jenis ikan yang diekspor ke Malaysia dan Australia, yaitu ikan mayung sebanyak 972 ton, cumi-cumi 897 ton, ikan sembilang 868 ton, ikan sebelah 715 ton, ikan bawal 491 ton, ikan kakap 415 ton dan ikan kuning 321 ton.

Menurut dia, frekuensi ekspor perikanan Kepulauan Babel selama Januari hingga Juni 2026 sebanyak 319 kali atau meningkat sebesar 33,5 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya atau sebanyak 239 kali ekspor dengan tujuan Malaysia dan Australia.

"Saat ini, permintaan mayung dari Malaysia sangat tinggi, sehingga ikan ini berpotensi menjadi komoditas unggulan ekspor daerah ini," ujarnya.

Ia menegaskan peran karantina tidak hanya sebatas penerbitan sertifikat kesehatan, tetapi juga menjadi garda terdepan pelindungan optimal melalui jaminan kesehatan, kualitas dan keamanan komoditas yang dilalulintaskan dari hulu ke hilir.

"Melalui pengawasan yang ketat ini, kami berupaya memberikan jaminan kepada negara tujuan bahwa produk perikanan dari Bangka Belitung aman, sehat, dan layak dikonsumsi," katanya.

Pewarta: Aprionis
Editor : Feny Aprianti

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.