Sabtu, 25 Juli 2026, 08:17 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan komitmennya terhadap perjuangan buruh tidak akan berhenti meski masa tugasnya sebagai pimpinan Polri berakhir. Ia bahkan mengaku siap terus memperjuangkan hak pekerja setelah pensiun.
Pernyataan tersebut disampaikan Sigit saat meresmikan sekretariat Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) di Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2026). Menurutnya, kepedulian terhadap buruh bukan hanya bagian dari tugas jabatan.
"Nanti kalau saya sudah pensiun pun saya akan dedikasikan apa yang bisa saya lakukan untuk perjuangan buruh! Bahkan mungkin sampai napas saya habis, saya baru berhenti," ujar Sigit.
Ia mengatakan selama masih memiliki kemampuan, dirinya ingin tetap ikut memperjuangkan kesejahteraan pekerja Indonesia. Baginya, buruh memiliki peran besar terhadap perekonomian nasional.
Sigit bahkan menyebut buruh sebagai "Pahlawan Devisa" yang selama ini ikut menggerakkan pembangunan ekonomi. Sebutan itu, kata dia, akan selalu melekat dalam pandangannya.
Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui pembentukan Desk Ketenagakerjaan Polri yang mulai berjalan sejak Januari 2025. Unit tersebut bertugas membantu penyelesaian berbagai persoalan hubungan industrial.
Selama beroperasi, Desk Ketenagakerjaan telah menangani sekitar 291 perkara ketenagakerjaan. Selain itu, Polri juga membantu 4.505 buruh kembali bekerja sebagai pegawai tetap di sejumlah perusahaan.
Baca Juga: Said Iqbal Protes ke Purbaya: Pengusaha Besar Dapat Tax Amnesty, Uang Haram Tidak Kena Pajak, Masa Keringat Buruh Dikenain Pajak
Dalam salah satu kasus, Polri memediasi sengketa PHK terhadap 134 pekerja PT Amos Indonesia. Mediasi itu menghasilkan pembayaran kompensasi sekitar Rp 12,7 miliar kepada para buruh.
Kapolri mengakui masih ada berbagai kekurangan dalam pelaksanaan program tersebut. Karena itu, ia meminta seluruh jajaran terus melakukan evaluasi dan meningkatkan pelayanan kepada para pekerja.
Ia juga berharap Desk Ketenagakerjaan tetap berjalan meski dirinya tidak lagi menjabat sebagai Kapolri. Menurutnya, keberadaan desk tersebut menjadi bentuk nyata perlindungan negara terhadap buruh.
"Karena kita juga ingin bahwa buruh Indonesia terus sejahtera, karena bagi saya buruh adalah Pahlawan Devisa, dan sampai sekarang itu tetap tertanam di hati saya," kata Sigit.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama