Jakarta (ANTARA) - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memandang Garda Satya NKRI berperan penting sebagai mitra Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Garda Satya NKRI merupakan wadah bagi mantan anggota dan simpatisan Jamaah Islamiyah (JI) yang telah meneguhkan komitmen kebangsaan, menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta berkomitmen mengambil peran positif sebagai bagian dari barisan terdepan dalam memelihara kamtibmas dan menjaga keutuhan NKR di bawah koordinasi Polri.
Kapolri dalam keterangan di Jakarta, Minggu, juga memandang organisasi tersebut berperan dalam merawat persatuan maupun mempertahankan keutuhan NKRI.
Menurut dia, organisasi tersebut dapat berperan penting dalam menjaga kamtibmas karena memiliki semangat, militansi, kedisiplinan, keberanian, dan kekompakan.
Oleh sebab itu, dia berharap organisasi tersebut dapat terus mengambil bagian dalam merawat persatuan, menjaga keamanan, serta mempertahankan keutuhan bangsa dan negara.
Baca juga: Indonesia sebagai model penanganan teroris di dunia
Lebih lanjut, dia mengatakan ketika bangsa menghadapi situasi yang membutuhkan kontribusi berbagai elemen masyarakat, maka Garda Satya NKRI diharapkan siap berdiri bersama Polri dan seluruh komponen bangsa.
“Ketika bangsa dan negara menghadapi situasi yang membutuhkan peran saudara-saudara, saya berharap Garda Satya NKRI siap hadir bersama Polri dan seluruh komponen bangsa sebagai bagian dari garda penjaga NKRI,” kata Kapolri.
Selain menjaga keamanan, Kapolri mendorong anggota Garda Satya NKRI untuk mengambil peran produktif sesuai kemampuan masing-masing, mulai dari penguatan ekonomi keluarga, ketahanan pangan, kewirausahaan hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
Ia berharap Garda Satya NKRI terus berkembang menjadi wadah yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi bagian dari kekuatan bangsa dalam menjaga persatuan dan membangun Indonesia.
Baca juga: BNPT apresiasi Soufan Center atas kajian ikrar kembalinya JI ke NKRI
Baca juga: Densus 88 sediakan peta jalan integrasi setelah pembubaran JI
Baca juga: Ahli BNPT sebut deradikalisasi diperlukan bagi para eks anggota JI
Pewarta: Rio Feisal
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.