Ambon (ANTARA) - Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto bersama Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto memediasi pimpinan Desa Lisabata dan Desa Patahuwe di Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), untuk meredam ketegangan pascainsiden antarwarga.
“Masing-masing raja harus menenangkan masyarakatnya. Kita harus sama-sama menjaga situasi agar tetap aman. Jangan sampai ada orang yang memprovokasi atau orang-orang yang tidak menginginkan Maluku ini aman,” kata Kapolda, di Ambon, Sabtu.
Kapolda dan Pangdam tiba di Desa Patahuwe pada Sabtu (12/9) sekitar pukul 02.20 WIT. Keduanya terlebih dahulu meninjau rumah warga yang terbakar sebelum melakukan pertemuan dengan Kepala Desa Lisabata dan Kepala Desa Patahuwe di Kantor Camat Taniwel.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolda meminta kedua kepala desa atau raja menenangkan masyarakat masing-masing dan mencegah adanya tindakan balasan maupun provokasi yang dapat memperluas persoalan.
Ia juga meminta masyarakat menyerahkan penanganan dugaan tindak pidana kepada aparat dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar melalui media sosial.
Sementara itu, Pangdam XV/Pattimura menekankan pentingnya gotong royong dalam membantu warga yang rumahnya terdampak akibat insiden tersebut.
“Kami hadir di sini karena sayang kepada masyarakat. Jangan sampai persoalan ini berkembang dan menimbulkan keresahan yang lebih luas,” ujar Dody.
Berdasarkan laporan awal kepolisian, insiden bermula dari kebakaran lahan pada Jumat (11/9) yang kemudian berkembang menjadi kesalahpahaman dan ketegangan antara warga Desa Lisabata dan Desa Patahuwe.
Dalam peristiwa tersebut, sebanyak 27 rumah warga dan satu unit sepeda motor dilaporkan terbakar. Empat warga dari salah satu desa yang bertikai juga dilaporkan mengalami luka akibat terkena tembakan senjata angin.
Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi mengatakan TNI-Polri bersama pemerintah daerah terus melakukan pengamanan dan penanganan untuk mencegah situasi berkembang.
“Pesan utama pimpinan sangat jelas, masyarakat jangan terprovokasi. Situasi harus diredam, komunikasi harus dibangun, dan setiap persoalan diselesaikan melalui jalur hukum serta pendekatan persuasif,” katanya.
Rositah mengimbau warga Lisabata dan Patahuwe tidak melakukan tindakan balasan serta menyerahkan proses penyelidikan kepada aparat yang berwenang.
Kapolda Maluku, Pangdam XV/Pattimura, dan rombongan meninggalkan lokasi sekitar pukul 04.30 WIT. Situasi di Kecamatan Taniwel setelah pertemuan tersebut terpantau aman dan kondusif, sementara aparat gabungan masih melakukan pemantauan dan pengamanan di wilayah terdampak.
Pewarta: Winda Herman
Uploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.