Liputan6.com, Jakarta - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menambah kapasitas angkut penyeberangan dan menerapkan pola lebih cepat. Cara ini dilakukan untuk mengurai kemacetan truk menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale menyampaikan kepadatan truk menuju Pelabuhan Ketapang masih terjadi dan diupayakan terurai. Termasuk dengan skema tiba-bongkar-berangkat (TBB) bagi kapal penyeberangan.
"(Kepadatan) masih naik turun. Dari regulator sudah menerapkan TBB dan juga kapal-kapal yang ukurannya lebih besar," ujar Windy usai dikonfirmasi Liputan6.com, Jumat (4/9/2026).
ASDP mencatat, kepadatan yang terjadi saat ini dipengaruhi peningkatan volume kendaraan logistik sekitar 14% dibandingkan periode yang sama bulan lalu. Serta adanya penyesuaian kapasitas layanan selama proses peningkatan kapasitas dermaga.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto menerangkan pihaknya bersama BPTD dan KSOP terus melakukan langkah percepatan penguraian antrean. "Sebanyak 24 kapal berkapasitas besar saat ini dioperasikan, dengan opsi penambahan kapal perbantuan sesuai kebutuhan," ujarnya.
Skema TBB, penyesuaian pola operasi kapal secara dinamis, serta pengaturan arus kendaraan melalui koordinasi intensif bersama regulator dan stakeholder terkait juga dijalankan.
Pemilik Tiket Tetap Dilayani
Media Syahrianto memastikan pengguna jasa yang telah memiliki tiket tetap dilayani sesuai ketentuan. Pengguna jasa diimbau mengantisipasi tambahan waktu perjalanan dan mengikuti arahan petugas di lapangan untuk menjaga kelancaran serta keamanan perjalanan.
"Dalam pelaksanaanya, ASDP juga memastikan pemberian service recovery kepada pengguna jasa yang terdampak sesuai ketentuan yang berlaku serta mengoptimalkan seluruh sumber daya bersama stakeholder terkait untuk mempercepat normalisasi antrean serta menjaga kelancaran konektivitas Jawa–Bali," beber dia.
Sebagai jembatan konektivitas nasional, ASDP berkomitmen untuk terus menjaga keandalan layanan penyeberangan sebagai bagian penting dari konektivitas Jawa–Bali.
Sekaligus memastikan proses peningkatan kapasitas infrastruktur dapat berjalan optimal untuk mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik secara berkelanjutan.