REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menugaskan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) untuk melayani transportasi laut ke Kepulauan Seribu mulai 2027. Pengelolaan oleh BUMD DKI Jakarta itu diharapkan dapat mendorong peningkatan transportasi ke Kepulauan Seribu yang selama ini masih relatif terbatas.
Bupati Kepulauan Seribu, M Fadjar Churniawan, menyatakan pihaknya mendukung setiap upaya peningkatan kualitas layanan transportasi di wilayahnya. Menurut dia, pengelolaan transportasi laut yang aman, nyaman, terjangkau, dan terintegrasi merupakan kebutuhan penting bagi warga Kepulauan Seribu yang sehari-hari bergantung pada konektivitas antarpulau maupun dengan daratan Jakarta.
"Kami menilai penugasan kepada Transjakarta merupakan langkah yang baik. Dalam beberapa tahun terakhir, Transjakarta telah menunjukkan peningkatan kinerja, baik dari sisi jumlah pelanggan, standar pelayanan, profesionalisme manajemen, perluasan jangkauan layanan, maupun keandalan operasionalnya di daratan," kata dia melalui keterangannya, Sabtu (3/10/2026).
Meski begitu, terdapat beberapa hal penting yang perlu menjadi perhatian dalam pengembangan layanan Transjakarta di Kepulauan Seribu. Salah satunya adalah pemberdayaan kapal tradisional masyarakat yang selama ini beroperasi.
Menurut Fadjar, kapal tradisional masyarakat memiliki peran penting dalam melayani rute antarpulau, distribusi logistik, dan kebutuhan warga yang belum sepenuhnya dapat dijangkau oleh layanan utama. Karena itu, pengembangan Transjakarta Air diharapkan dapat mengakomodasi dan memberdayakan kapal masyarakat sebagai layanan pendukung (feeder), sebagaimana konsep layanan pengumpan yang terintegrasi dengan sistem transportasi di daratan Jakarta.
"Dengan demikian, peningkatan layanan transportasi dapat berjalan seiring dengan keberlangsungan usaha masyarakat lokal," kata dia.
Ia menambahkan, Transjakarta juga perlu menyesuaikan pelayanan dengan karakteristik wilayah kepulauan. Pasalnya, terdapat kondisi khas Kepulauan Seribu, seperti cuaca, gelombang, keselamatan pelayaran, dan kondisi dermaga. Karena itu, pengembangan Transjakarta laut perlu dirancang sesuai dengan kebutuhan wilayah kepulauan.
"Misalnya, terdapat penyesuaian jam operasional ketika terjadi cuaca ekstrem atau gelombang tinggi, serta pembangunan dan peningkatan fasilitas dermaga yang mendukung operasional kapal utama maupun kapal feeder," ujar dia.
Ia berharap, penugasan Transjakarta dalam pengelolaan transportasi laut di Kepulauan Seribu tidak hanya dipandang sebagai upaya meningkatkan konektivitas transportasi. Lebih dari itu, hal itu bisa menjadi momentum untuk menggerakkan perekonomian lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kami juga berharap kunjungan wisatawan ke Kepulauan Seribu terus meningkat dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat setempat," kata Fadjar.