Elephants

Kanwil DJPb nilai ekonomi Papua menunjukkan tren pemulihan pada 2026

July 13, 2026

Kanwil DJPb nilai ekonomi Papua menunjukkan tren pemulihan pada 2026

Senin, 13 Juli 2026 10:59 WIB

Image Print

Salah satu tempat kumpul yang ada di Kota Jayapura, Papua. ANTARA/Qadri Pratiwi

Jayapura (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Papua menilai perekonomian di wilayah Tanah Papua menunjukkan tren pemulihan pada 2026 meski terjadi dinamika di setiap provinsi.

Kepala Kanwil DJPb Provinsi Papua, Izharul Haq, di Jayapura minggu, mengatakan pemulihan ekonomi tercermin dari membaik pertumbuhan ekonomi di sejumlah daerah, inflasi yang relatif terkendali, peningkatan penyaluran belanja pemerintah, serta penurunan tingkat kemiskinan di sebagian besar provinsi di Tanah Papua.

"Secara umum, indikator ekonomi regional menunjukkan arah yang positif meskipun tantangan di beberapa wilayah masih perlu mendapat perhatian," katanya.

Menurut Izharul, di mana Provinsi Papua Selatan mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 3,93 persen secara tahunan (year on year), sedangkan Papua Tengah berhasil memangkas kontraksi ekonomi dari minus 35,59 persen menjadi minus 8,38 persen sehingga menunjukkan perbaikan dibandingkan periode sebelumnya.

"Dari sisi stabilitas harga, inflasi di Provinsi Papua turun menjadi 2,79 persen dari sebelumnya 3,38 persen, sementara Papua Selatan juga melandai menjadi 2,17 persen dari 3,34 persen," ujarnya.

Dia menjelaskan hanya saja inflasi di Papua Pegunungan masih menjadi yang tertinggi, yakni 4,84 persen sehingga kondisi tersebut dipengaruhi tingginya biaya distribusi barang akibat ketergantungan pada transportasi udara yang terdampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

"Selain tren pemulihan ekonomi juga terlihat dari indikator kesejahteraan juga menunjukkan perkembangan positif. Tingkat kemiskinan mengalami penurunan di hampir seluruh wilayah Papua, kecuali Papua Tengah yang masih mencatat kenaikan angka kemiskinan," katanya.

Dia mengatakan, sementara itu, tingkat ketimpangan pendapatan juga terus membaik di beberapa provinsi. Papua Pegunungan bahkan mencatat rasio gini sebesar 0,347 atau lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional sebesar 0,363 yang menunjukkan distribusi pendapatan semakin merata.

"Di sektor pertanian, Nilai Tukar Petani (NTP) Papua mencapai 100,89 atau berada di atas angka 100 yang mencerminkan daya beli dan tingkat kesejahteraan petani relatif baik. Namun, Papua Pegunungan masih menghadapi tantangan karena NTP berada di bawah 100 sehingga pendapatan petani belum sepenuhnya mampu menutupi biaya produksi dan kebutuhan rumah tangga," ujarnya.

Dia menjelaskan peningkatan belanja pemerintah pusat maupun transfer ke daerah diharapkan terus menjadi penggerak aktivitas ekonomi sehingga mampu mempercepat pemulihan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Papua.

"Belanja pemerintah diharapkan memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah sehingga pemulihan ekonomi dapat berlangsung lebih kuat dan merata," katanya.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: DJPb nilai ekonomi Papua menunjukkan tren pemulihan pada 2026

Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026