Jakarta -
Kampung Adat Sade di Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai dibangun kembali setelah dilanda kebakaran hebat. Pembangunan rumah adat Sasak dan Masjid Sade ditandai dengan tradisi Nyemulak atau tanam tiang.
Tradisi tersebut digelar pada Kamis (3/9/2026). Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, mengatakan bulan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum yang baik untuk memulai pembangunan kembali Kampung Adat Sade.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bulan Maulid Nabi Muhammad ini merupakan yang terbaik, sehingga pembangunan rumah di Kampung Adat Sade ini dimulai hari ini," kata Pathul.
Dia mengapresiasi para donatur yang telah memberikan dukungan untuk rekonstruksi. Pathul berharap bantuan dan dukungan masyarakat dapat membantu warga Sade kembali pulih dan menjalankan aktivitas seperti sebelum kebakaran.
"Kami berharap kepada masyarakat untuk terus mendukung rekonstruksi ini untuk kesejahteraan generasi penerus bangsa. Pelaksanaan rekonstruksi ini tetap dilaksanakan secara transparan dan sesuai ketentuan untuk kebaikan masyarakat," dia menambahkan.
Kemudian, Gubernur NTB, Lalu M Iqbal, menjelaskan tradisi Nyemulak menjadi awal dari proses panjang rekonstruksi Kampung Adat Sade. Ia meminta seluruh pihak bersabar karena pembangunan tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa.
"Dalam proses pembangunan ini harus tetap sabar," dia menambahkan.
Iqbal juga meminta pemerintah membentuk satuan tugas (satgas) dan membuat rekening bersama untuk mengelola seluruh bantuan yang masuk. Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar pengelolaan bantuan tetap transparan.
"Bantuan yang masuk dikumpulkan," kata Iqbal.
Dia juga meminta pembangunan museum semipermanen dipercepat agar warga bisa kembali beraktivitas. "Wisatawan yang datang bisa melihat bentuk Sade ini, karena proses rekonstruksi dimulai kawasan ini ditutup," kata dia.
Iqbal menegaskan rekonstruksi harus tetap mengembalikan Kampung Adat Sade sesuai nilai dan bentuk awalnya.
"Proses pembangunan ini tidak boleh terburu-buru. Ini proyek pertama pelestarian budaya di NTB," ujar dia.
Sementara itu, Koordinator Rekonstruksi Rumah Adat Sade, Lalu M Faozal, mengatakan tradisi Nyemulak telah disepakati melalui musyawarah bersama warga Dusun Sade.
"Hari ini merupakan hari baik yang disepakati untuk pemasangan tiang pancang pembangunan Masjid dan Rumah Adat Sade," katanya.
Kebakaran sebelumnya berdampak pada 75 rumah adat, delapan berugak atau gazebo, enam sekenam, satu masjid, dua toilet, dan 69 artshop. Faozal menyampaikan pembangunan dimulai secara bertahap sesuai perencanaan agar proses rekonstruksi lebih aman.
"Seluruh proses pembangunan dimulai hari ini, namun tidak bisa diselesaikan dengan bersamaan, sehingga dibangun sesuai dengan perencanaan rekonstruksi yang lebih aman," ujar dia.
(upd/fem)